
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 06: Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United looks on prior to the Premier League match between Newcastle United and Manchester United at St. James Park on October 06, 2019 in Newcastle upon Tyne, United Ki
JawaPos.com - Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menilai protes anti-Glazer yang membuat pertandingan timnya melawan Liverpool terpaksa ditunda adalah hal yang terlalu berlebihan.
Kemarahan fans kepada keluarga Glazers, pemilik klub asal Amerika yang mengambil alih MU pada 2005, memuncak setelah sang pemilik baru-baru ini berupaya untuk bergabung dengan Liga Super Eropa. Ribuan fans berdemonstrasi ke Old Trafford menentang rencana itu sebelum pertandingan Liga Premier yang dijadwalkan Minggu melawan rival berat MU, Liverpool.
Bahkan sekitar 200 pendemo masuk ke dalam stadion dan menyerbu lapangan, sementara kelompok demonstran lainnya menyuarakan rasa frustrasi mereka di hotel tim di Manchester.
Solskjaer yang berbicara untuk pertama kalinya sejak kekacauan itu, Rabu, mengatakan bahwa itu adalah hari yang sulit bagi United yang ingin mengalahkan Liverpool.
"Itu fokus para pemain, itu fokus saya. Tetapi seperti yang saya katakan sebelum pertandingan, kami tetap harus mendengarkan mereka," katanya menjelang pertandingan kedua semifinal Liga Europa melawan Roma di Italia, Kamis (6/5), dikutip dari Antara.
"Kami harus mendengar suara fans. Itu hak setiap orang untuk memprotes dan harus dengan cara yang beradab, harus dengan cara yang damai. Sayangnya, ketika Anda masuk ke lapangan di stadion dan ada petugas polisi yang terluka, semua itu sudah terlalu jauh. Terlalu berlebihan," katanya lagi.
"Ketika situasi sudah tidak terkendali seperti itu, maka ini jadi masalah kepolisian. Ini bukan tentang menunjukkan pendapatmu lagi," lanjutnya.
Seorang juru bicara polisi mengatakan pada Selasa (4/5) bahwa enam petugas terluka ketika kembang api dilepaskan dan botol-botol dilempar. Satu polisi diantaranya mengalami retak tulang rongga mata dan satu lagi terluka di wajahnya.
Seorang pria berusia 28 tahun ditahan dan didakwa dengan sejumlah pelanggaran termasuk melempar kembang api dan berperilaku mengancam di luar Hotel Lowry, demikian dikutip AFP.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
