Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Desember 2020 | 05.34 WIB

Krisis Kualitas Bek Tengah, Barcelona Disikat Tim Promosi

Barcelona - Image

Barcelona

JawaPos.com – Ketika datang untuk menangani FC Barcelona musim panas lalu, atensi Ronald Koeman lebih tersedot ke lini serang. Bagaimana tidak, bintang utama Lionel Messi mengajukan permintaan hengkang, niat menyingkirkan Luis Suarez, dan membidik Memphis Depay sebagai pengganti Suarez.

Pada akhirnya, Messi bertahan meski setengah hati, Suarez pergi ke klub rival (Atletico Madrid), dan Depay gagal direkrut karena bujet terbatas.

Meski begitu, Koeman kini bisa tersenyum karena kinerja lini serangnya yang bagus. Selain Messi tetap berkontribusi penting, pemain lini serang seperti Antoine Griezmann, Ousmane Dembele, bahkan Martin Braithwaite sekarang rajin mencetak gol.


Justru masalah timbul di lini pertahanan, khususnya bek tengah. Kekalahan keempat Barca di La Liga atau saat dipermalukan tim promosi Cadiz CF di Estadio Ramon de Carranza kemarin (6/12) tak lepas dari kinerja buruk Clement Lenglet dan Oscar Mingueza.

Dua bek tengah itu membuat kesalahan yang berbuah dua gol dalam kemenangan 2-1 El Submarino Almarillo, julukan Cadiz CF.

Mingueza yang musim ini berstatus debutan dari Barca B memberi ”assist” untuk gol Alvaro Gimenez ketika laga baru berjalan delapan menit. Pada menit ke-63, miskomunikasi antara Lenglet dan kiper Marc-Andre ter Stegen dimanfaatkan mantan striker timnas Spanyol Alvaro Negredo.

Hasil negatif itu membuat Barca kini tertinggal 12 poin (14-26) dari pemuncak klasemen Atletico hanya dalam sepuluh jornada awal. ”Kami kebobolan dengan cara yang tidak bisa dijelaskan. Gap 12 poin dari tim kuat seperti Atletico Madrid jadi terlihat sangat banyak,” ucap Koeman kepada Mundo Deportivo.

Terkait kinerja buruk Lenglet dan Mingueza, Koeman memang tidak bisa disalahkan. Sebab, bek utama Gerard Pique mengalami cedera lutut kanan untuk durasi yang lama dan bek senior lainnya, Samuel Umititi, belum bermain musim ini karena dalam proses rehabilitasi setelah cedera panjang. Bek 21 tahun Ronald Araujo juga bukan solusi.

Tintin –julukan Koeman– memilih Lenglet dan Mingueza juga lantaran duet tersebut sukses menorehkan clean sheet saat Barca menang 4-0 kontra Osasuna dalam jornada sebelumnya (29/11).

Bahkan, termasuk melawan Cadiz CF, Koeman sudah tiga kali menjadikan gelandang Frenkie de Jong sebagai bek tengah darurat.

”Kami tahu sejak awal musim bahwa pilihan kami (untuk bek tengah, Red) sangat terbatas. Ketika ada satu yang cedera, kami dalam kesulitan,” tutur pelatih 57 tahun berkebangsaan Belanda tersebut.

Sejatinya, dengan kebobolan 11 gol di La Liga saat ini, benteng pertahanan Barca tidak bisa dikatakan jeblok. Itu seiring hanya ada empat tim dengan jumlah kebobolan lebih baik ketimbang Messi cs. Di Liga Champions, Barca malah hanya bobol dua kali dalam lima matchday.

Tapi, pertengahan pekan ini (9/12), benteng Barca harus menghadapi Juventus yang lini serangnya dipimpin Cristiano Ronaldo. Pemain yang sudah familier menghadapi Barca. Total, Ronaldo telah membobol gawang Barca 18 kali (plus 2 assist) dalam 31 pertemuan.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore