Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2019 | 02.00 WIB

Tanpa Ancelotti yang Dipecat Napoli, Zidane Tersukses di Fase Knockout

Carlo Ancelotti menyalami Zinedine Zidane usai laga. Ancelotti mengkritik performa wasit dalam laga Madrid vs Bayern - Image

Carlo Ancelotti menyalami Zinedine Zidane usai laga. Ancelotti mengkritik performa wasit dalam laga Madrid vs Bayern

JawaPos.com – Seandainya Carlo Ancelotti tidak dipecat Napoli (11/12), akan ada dua pelatih dengan koleksi trofi terbanyak Liga Champions di babak 16 besar musim ini. Tersisihnya Ancelotti secara otomatis membuat Zinedine Zidane menjadi pelatih tersukses. Zidane tiga kali mengangkat Si Kuping Lebar bersama Real Madrid (2015–2016, 2016–2017, dan 2017–2018).

Zidane sekaligus menjadi pelatih paling sukses dalam persentase kemenangan terbaik di fase knockout saat ini. Yakni, mencapai 66,67 persen. Kepada Marca, pelatih berusia 47 tahun itu menyebut Liga Champions adalah capaian tertinggi di level klub. ’’Setiap pelatih dituntut tidak hanya tentang meraih kemenangan untuk timnya, tetapi juga menghadirkan pertandingan yang bagus,’’ tutur Zidane.

Setelah Zidane, pelatih dengan persentase kemenangan tertinggi berikutnya adalah tactician City Pep Guardiola dengan angka 60,83 persen. Guardiola pun dua kali berkesempatan mengangkat trofi Liga Champions (2008–2009 dan 2010–2011).

Kemudian ada sosok pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho dengan persentase kemenangan 53,69 persen. Mou juga dua kali menjadi juara (2003–2004 dan 2009–2010). Di posisi keempat ada Juergen Klopp (Liverpool). Pelatih juara Liga Champions musim lalu itu memiliki persentase kemenangan 52,94 persen.

Kembalinya Mourinho ke babak 16 besar Liga Champions pun disambut antusias oleh koleganya. Sebut saja allenatore Juventus Maurizio Sarri. Dalam wawancara dengan Sky Sports Italia, Sarri bakal senang jika Juve bertemu Spurs yang dilatih Mourinho. Keduanya pernah bertemu dalam matchweek kesembilan Premier League musim lalu di Stamford Bridge dengan tim berbeda. Sarri bersama Chelsea, sedangkan Mourinho masih menangani Manchester United. Skor akhirnya 2-2. ’’Laga yang sangat berkesan kala itu karena tidak mudah menghadapi tim asuhannya. Jose (Mourinho) adalah sosok yang luar biasa dan sangat berbeda dengan persepsi kebanyakan orang,’’ beber Sarri yang musim lalu memenangi Liga Europa bersama Chelsea.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore