Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 17.00 WIB

Tuchel Coba Menyamai Standar Guardiola

Thomas Tuchel (kiri) dan Pep Guardiola akan kembali adu strategi pada leg pertama perempat final Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu (12/4/2023).

JawaPos.com – Pep Guardiola tidak mampu mempersembahkan gelar Liga Champions selama tiga musim menangani Bayern Munchen (2013–2014 sampai 2015–2016). Pep-Bayern selalu kandas di semifinal.

Meski begitu, Pep mampu menancapkan standar permainan untuk Die Roten –sebutan Bayern. Bahkan, sampai sekarang Bayern masih menempatkan era Pep sebagai standar mereka.

Termasuk ketika Bayern saat ini ditangani Thomas Tuchel. Menghadapi Manchester City asuhan Pep dalam laga pramusim di Japan National Stadium, Tokyo (siaran langsung NET. pukul 17.00 WIB), tak ubahnya tantangan Tuchel menyamai standar Bayern era Sang Filsuf –julukan Pep.

Apalagi, musim ini adalah musim kedua Tuchel membesut Bayern.

”Kekuatan fisik yang dibutuhkan (di era Tuchel),” kata mantan Presiden Bayern Uli Honess yang sekarang menduduki kursi dewan klub Bayern. Honess juga menyebutkan, one-on-one training dibutuhkan Bayern dalam pramusim sebagaimana pernah dilakoni di era Pep.

”Itu termasuk kunci kesuksesan mereka (City, Red) merebut treble winners (musim lalu, Red),” imbuh Honess.

Liga Champions merupakan satu-satunya trofi bergengsi yang gagal dicapai Pep bersama Bayern. Di ajang lainnya, Pep tidak membuang kesempatan. Sebut saja tiga gelar Bundesliga, dua titel DFB-Pokal, sekali Piala Super UEFA, dan memenangi Piala Dunia Antarklub.

Setelah memenangi pramusim dengan skor yang viral, 27-0 atas klub kasta kesembilan Jerman FC Rottach Egern (18/7), melawan City adalah laga pramusim sepadan bagi Bayern. Kepada TZ, Tuchel merasa Joshua Kimmich dkk memang masih berupaya menaikkan tingkat toksisitas dan fisik dalam permainan.

”Sejak aku duduk di sini sebagai pelatih, (masalah, Red) itu tak terbantahkan. Kami tahu itu dan kami berusaha membenahinya,” beber pelatih berjuluk Si Profesor tersebut.

Diakui Tuchel, City di bawah kendali Pep memainkan sepak bola paling intens di Eropa. ”Itu pula yang jadi standar kami saat ini,” sambung mantan pelatih Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Borussia Dortmund tersebut.

Terpisah, bek City Nathan Ake dalam sesi wawancara di Tokyo mengungkapkan bahwa pramusim bersama Pep sama seperti latihan dalam musim sesungguhnya.

Ake menuturkan, prinsip Pep dalam pramusim adalah medium untuk membawa level permainan anak asuhnya ke tingkat yang lebih tinggi.

”Tiga pekan terakhir kami berjuang keras dalam mengembalikan ritme permainan kami. Dari situ, kami masih harus berlari lebih kencang lagi,” beber bek timnas Belanda itu seperti dilansir Manchester Evening News.  

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore