
BERDEDIKASI: Pelatih Timor Leste Kim Shin-hwan bersama wartawan Jawa Pos.
Kisah Kim Shin-hwan selama menangani tim sepak bola Timor Leste sempat diangkat ke layar lebar oleh sineas Korea Selatan. Film yang berjudul A Barefoot Dream itu menggambarkan, dengan jelas, perjuangan Kim untuk sepak bola negara yang dulu merupakan Provinsi Timor Timur tersebut.
NURIS ANDI PRASTIYO, Kuala Lumpur
SENYUM selalu diberikan Kim Shin-hwan saat bertemu siapa pun. Raut wajah yang menyenangkan tampak jelas pada pria 63 tahun itu saat memimpin latihan skuad Timor Leste U-22 yang tampil di SEA Games 2017. Sesekali dia berteriak saat para pemainnya mulai tidak fokus.
”Begitulah pemain muda. Mereka punya fisik dan teknik yang bagus, tapi kadang tidak serius dalam latihan,” ucap Kim kepada Jawa Pos. Perjalanan Kim ke Timor Leste berawal saat dirinya memutuskan tinggal di Indonesia pada 1998.
Saat itu dia memulai bisnis kayu di Kalimantan, tapi tinggal di Jakarta. ”Saya bangkrut setelah ditipu rekan kerja,” kenangnya. Selanjutnya, dia juga bernasib sial saat berbisnis garmen di Jakarta.
Kim menginjakkan kakinya di Timor Leste pada Oktober 2001. Persis tiga tahun setelah Timor Timur berpisah dengan Indonesia dan berganti nama menjadi Timor Leste. Saat itu kondisi Timor sedang susah. Dia yang datang untuk membangun bisnis membuka toko olahraga di Dili, Timor Leste.
Tak sampai dua tahun, bisnisnya bangkrut. Perekonomian Timor Leste yang susah ketika itu membuat bisnisnya tidak berjalan lancar. ”Meski banyak yang membeli, untungnya tidak ada,” sebutnya.
Mantan gelandang klub Korea Ulsan Hyundai Motors tersebut akhirnya memilih untuk membagi ilmunya kepada anak-anak kecil di Timor Leste. ”Saya seperti mengingat masa lalu. Masa kecil saya berat seperti anak-anak di Timor Leste,” ungkapnya.
Kim masih mengingat masa kecilnya yang harus diwarnai perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan. ”Rasa yang sama inilah yang membuat saya bertahan di Timor Leste,” lanjutnya.
Pada awal petualangannya di Timor Leste, Kim kerap ditentang istrinya, Lee Mi-hyang. Istrinya bahkan melarang anak-anaknya, Kim Yu-bin dan Kim Kyul, mengikuti jejak ayahnya. Yu-bin yang lebih muda memang sempat diajak Kim tinggal di Timor Leste selama dua tahun. ”Tapi, sekarang dia menjadi guru bahasa Inggris di Korea,” katanya.
Kim juga bekerja sama dengan koleganya di Korea Selatan untuk membantu anak-anak Timor Leste. Mulai menyediakan jersey, sepatu, hingga peralatan lainnya. Termasuk training camp di Korsel yang setidaknya lima kali dalam setahun wajib dijalankan.
Terkait film yang mengangkat kisahnya, Kim menyatakan bahwa 70 persen di antaranya sesuai dengan kisahnya. ”Yang 30 persen, ada tambahan untuk kebutuhan film,” tuturnya.
Khusus untuk SEA Games kali ini, Kim merekrut banyak pemain yang berasal dari akademi sepak bola di Timor Leste, yaitu Centro Juvenile de Timor Leste. Meski timnya belum menunjukkan prestasi yang bagus, dia cukup senang dengan perkembangan anak asuhnya. Para pemain tampil ngotot. Dan, itu membuat lawan harus bekerja lebih keras untuk menang. Setidaknya sepak bola Timor Leste mulai diperhitungkan di level Asia Tenggara.
Kim tidak menargetkan kapan bakal mengakhiri petualangan di Timor Leste. ”Selagi masih kuat, saya akan lanjut di Timor walau banyak klub atau sekolah di Korsel yang menawarkan lebih,” ungkapnya.
Eduardo Pereira, asisten pelatih Timor Leste, melihat Kim adalah sosok yang penuh dedikasi. ”Dia orangnya tegas. Sejauh ini memang ada impact positif atas keberadaannya di timnas,” ujarnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
