KOMPAK: Nawal Abdina di tengah para penari Kembang Renjana setelah latihan tari Dugderan di SMALB Karya Mulya pada Jumat (19/7). (Foto: Robertus Risky/Jawa Pos)
Kekuatan media sosial (medsos) membuat publik mengenal Kembang Renjana. Sampai Nawal Abdina menjadi viral karena ’’kehebohannya’’ saat mengarahkan timnya di panggung Pesta Rakyat Mojokerto, hanya sedikit yang tahu bahwa para penari Kembang Renjana itu istimewa.
’’Luar biasa, keren, senang.” Pernyataan itu diungkapkan Amanda Saraswati lewat gerakan tangannya kepada Jawa Pos. Tiga perasaan itulah yang membuncah di dadanya ketika penampilannya bersama teman-teman penari lainnya diapresiasi publik dengan gegap gempita. Hal yang sama disampaikan oleh para penari lainnya.
Hari itu, Pesta Rakyat HUT Ke-106 Kota Mojokerto menjadi viral. Jagat medsos dipenuhi haru dan sukacita luar biasa atas kesuksesan Tim Penari Tunarungu Kembang Renjana SLB Karya Mulia di panggung Pesta Rakyat Mojokerto. Sorotan tertuju pada sang pelatih yang akrab disapa Dina.
’’Sebenarnya kami sudah sering tampil, tapi baru viral sekarang. Ya mungkin rezekinya baru sekarang,” ujar perempuan ramah itu saat dijumpai pada Jumat (19/7).
Sejatinya, Kembang Renjana diundang untuk tampil di Balai Kota Mojokerto tepat saat perayaan resmi HUT Kota Mojokerto pada 20 Juni. Namun, hari itu mereka kadung punya agenda lain. Jadilah penampilan mereka mundur sehari. Yakni, ketika perhelatan Pesta Rakyat Mojokerto. Tidak disangka, perubahan jadwal itu mengubah nasib Kembang Renjana.
Hari itu, Dina memberikan instruksi di depan panggung, menghadap para penarinya. Aksinya direkam pengunjung dan menjadi viral setelah diunggah ke medsos. Dina yang saat itu sedang hamil muda tidak sadar bahwa kebiasaannya menuai perhatian luar biasa.
Tiap kali timnya pentas, Dina memang selalu aktif memberikan arahan seperti itu. Sebab, seluruh penarinya tidak bisa mendengar sama sekali. Mereka bergantung pada instruksi sang pelatih dan getaran suara dari musik yang kencang.
Bermula dari Ekstrakurikuler Tari di Sekolah
RATOH JAROE: Para penari Kembang Renjana bersama Nawal Abdina setelah pentas di Kemensos, Jakarta, pada 19 Oktober 2022. (Foto: Dokumentasi Kembang Renjana)
Kembang Renjana beranggota 8 penari inti dan 7 penari cadangan. Untuk bisa tampil memukau seperti di Mojokerto itu, Dina dan timnya melewati serangkaian jadwal latihan rutin yang tidak mudah. Tak seperti penari pada umumnya, para penari tunarungu tersebut harus berlatih ekstrakeras demi penampilan yang prima.
Selain menghafal gerakan, mereka juga perlu merasakan getaran suara dari musik yang disetel keras. Instruksi Dina menjadi acuan utama mereka. Dengan memperhatikan gerakan Dina, para penari bisa berlenggang-lenggok dengan luwes sesuai irama lagu. Sebab, hanya Dina yang bisa mendengarkan suara musiknya.
Kembang Renjana lahir dari ekstrakurikuler tari SMALB Karya Mulia. Beberapa bulan setelah Dina mengajar di sana pada 2018 lalu, terbentuklah ekstrakurikuler tari tersebut. Tak mau setengah-setengah, Dina yang alumnus Universitas Muhammadiyah Surabaya itu belajar bahasa isyarat dari nol secara otodidak. Sebab, dia ingin bisa berinteraksi dengan murid-muridnya saat melatih tari.
’’Anak-anak ini yang mengajari saya. Termasuk memberi tahu bahasa isyarat untuk ganti gerakan tarian itu seperti apa,” ujar Dina. Beribu seorang penari dan berlatih menari sejak kecil di sanggar, dia memang tidak menemui kesulitan berarti sebagai pelatih tari.
Dina bersyukur dipertemukan dengan anak-anak didik yang tangguh dan memiliki toleransi tinggi. Misal ada yang salah gerakan saat latihan, dia akan langsung minta maaf. Teman-temannya pun dengan mudah memaafkan dan ikhlas mengulang lagi gerakan dari awal tanpa marah-marah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
