Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Maret 2025 | 05.32 WIB

'Picasso for Asia: A Conversation' : Memahami Pola Pikir Sang Maestro dalam Empat Babak

Lukisan "Horse Head" dari Pablo Picasso yang dipamerkan di museum M+, Hong Kong. (Banu Adikara/JawaPos.com) - Image

Lukisan "Horse Head" dari Pablo Picasso yang dipamerkan di museum M+, Hong Kong. (Banu Adikara/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ada banyak alasan mengapa nama Pablo Picasso mutlak muncul di barisan teratas pada halaman pertama mesin pencari Google ketika kita mengetik 'Pelukis paling terkenal di dunia' di kolom pencarian.

Lahir dengan nama Pablo Ruiz Picasso di Spanyol pada 25 Oktober 1881 dan tutup usia pada 8 April 1973 di Prancis, Picasso bukan seorang pelukis biasa. Ia adalah seorang revolusioner yang sukses mendobrak batasan-batasan seni dan imajinasi pada zamannya.

Gaya lukis aliran kubisme yang pertama kali ia praktikkan di tahun 1907 adalah salah satu contoh gebrakan yang ia lakukan dan kelak menjadi sumbangsih untuk dunia seni rupa di era modern. Hal ini juga kian mengukuhkan namanya sebagai salah satu sosok paling penting di abad ke-20.

Sejujurnya, agak sedikit tidak fair untuk menyebut Picasso hanya sebagai seorang pelukis. Ia juga seorang pematung andal. Tak cuma itu, ia juga menelurkan karya dalam bentuk seni desain panggung dan arsitektur. Pendek kata: Seorang seniman sejati.

Produktivitas Picasso dalam berkarya pun susah untuk disanggah. Dari sekian banyak karya yang ia persembahkan semasa hidup hingga matinya, tercatat bahwa setidaknya ada 45.000 karya yang belum terpublikasi ke dunia, terdiri dari 1.885 lukisan, 1.228 patung, 3.222 keramik, 7.089 gambar tangan dan ribuan karya lainnya, termasuk permadani dan buku-buku berisi sketsa dari goresan tangannya.

Lima dekade setelah kepulangannya ke pangkuan Sang Khalik, karya-karya Picasso masin terus diperbincangkan dunia. Kini, segelintir dari karya-karya tersebut mampir ke museum M+ di West Kowloon District, Hong Kong.

Dikuratori oleh M+ dan Musée national Picasso-Paris sebagai empunya koleksi, tidak kurang dari 60 karya Picasso dipamerkan mulai dari 15 Maret hingga 13 Juli dengan tajuk The Hong Kong Jockey Club Series: Picasso for Asia—A Conversation yang dipamerkan berbarengan dengan 80 karya seniman Asia yang terinspirasi dari kehebatan Picasso. Karya seniman lain yang dipamerkan di antaranya adalah dari Luis Chan, Gu Dexin, Madokoro Saori, Isamu Noguchi dan Tanaami Keiichi.

Sejumlah karya dari seniman Asia yang terinspirasi Pablo Picasso di M+. (Banu Adikara/JawaPos.com)

Difasiltasi oleh Hong Kong Tourism Board, Jawa Pos berkesempatan untuk menghadiri pameran tersebut belum lama ini untuk bisa melihat secara langsung buah tangan Picasso untuk dunia seni.

Dalam pameran ini, pengunjung akan dibawa untuk menyelami pola pikir Picasso dalam empat babak berbeda dalam perjalanannya sebagai seorang seniman: The Genius, The Outsider, The Magician dan The Apprentice.

Beberapa lukisan Picasso yang dipamerkan adalah Portrait of a Man (1902–1903), The Acrobat (1930), Figures by the Sea (1931), Large Still Life with Pedestal Table (1931), Portrait of Dora Maar (1937), Horse Head (1937), Massacre in Korea (1951) dan banyak lagi.

"Picasso for Asia: A Conversation adalah sebuah pameran yang akan menjadi jawaban dari serangkaian pertanyaan fundamental banyak orang," ujar Doryun Chong, Artistic Director and Chief Curator M+ dalam penjelasannya kepada Jawa Pos, belum lama ini.

"Mengapa Picasso masih dianggap sebagai seniman paling terkenal di dunia? Mengapa karya-karyanya masih begitu memikat? Dari mana pula sumber inspirasinya dalam seni dan kehidupan? Semuanya bisa terjawab di sini," sambungnya.

Salah satu patung karya Pablo Picasso. (Istimewa)

Chong menuturkan, masing-masing babak direpresentasikan secara tersendiri di panel berbeda, di mana pengunjung bisa menilai sendiri seberapa radikal Picasso dalam mengubah tatanan dunia seni dari zaman ke zaman.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore