Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Januari 2020 | 03.47 WIB

Helaian Benang Serupa Pulasan Cat

BUAH KETELATENAN: FR Endang Waliati dengan karya lukis  yang memanfaatkan helaian benang dari kain perca. (Charina Marietasari/Jawa Pos) - Image

BUAH KETELATENAN: FR Endang Waliati dengan karya lukis yang memanfaatkan helaian benang dari kain perca. (Charina Marietasari/Jawa Pos)

JawaPos.com - Di tangan FR Endang Waliati, potongan-potongan kain sisa (perca) tidak lantas dibuang begitu saja. Tetapi bisa dijadikan bahan dasar untuk membuat karya seni rupa yang bernilai. Berbagai macam kain bekas diolah menjadi sebuah karya unik serupa lukisan. ’’Mulai 1982 sampai sekarang saya dolanan perca atau melukis dengan bahan baku, utamanya kain perca,’’ tutur perempuan 60 tahun tersebut.

Pada awalnya, Endang hanya menjadikan kain perca untuk membentuk kolase. Namun, karena memiliki dasar melukis, dia dengan mudah bisa menyusun potongan-potongan kain berbagai warna menjadi sebuah karya seni yang tampilannya sangat indah. ’’Kalau sudah jadi, pasti banyak yang tidak mengira kalau karya saya itu dari kain bekas. Karena memang mirip dari cat,’’ kata Endang yang kerap mendapat potongan kain dari penjahit.

Membuat sebuah karya dari perca, kata Endang, tidak mudah. Butuh ketelatenan dan kesabaran tingkat tinggi demi mendapatkan bentuk sesuai keinginan. Saat menempelkannya pun harus ekstrahati-hati agar tidak salah letak.

Kendala yang kerap ditemui Endang dalam pembuatan lukisan adalah ketersediaan warna kain. ’’Makanya, saya tidak hanya memanfaatkan potongan-potongan sisa sebagaimana adanya saja lho,’’ lanjut perempuan asli Surabaya tersebut. Namun, dia juga sering hunting ke berbagai daerah untuk mendapatkan motif tertentu yang diinginkan. Bahkan, dia pernah berburu kain ke Papua.

’’Dalam membuat satu karya, waktunya juga tidak tentu. Pernah saya membuat gambar air terjun dan membutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikan karena cari kainnya susah, terus ditambah lagi saya belajar sendiri bagaimana supaya perca ini bisa persis seperti air terjun,’’ ungkap Endang.

Semua karya yang pernah dibuat selama ini memang selalu bertema alam. Dia paling sering melukis hutan. ’’Saat muda saya hobi blusukan ke hutan, jadi sampai sekarang terbawa,’’ jelas Endang yang hingga kini terus aktif berkarya agar apa yang sudah dianugerahkan Tuhan kepadanya tidak sia-sia.

Menurut Endang, tantangan membuat karya seni rupa dari kain perca adalah bagaimana caranya agar karya tersebut tidak terkesan sebagai hasil kerajinan belaka. Namun, ada nilai estetika yang sangat tinggi di dalamnya. ’’Saya tidak hanya menempelkan kain yang utuh. Sebab, hakikat kain adalah tenunan benang,’’ jelasnya.

Di tangan Endang, kain-kain perca itu dikembalikan menjadi benang, dicerabuti kembali, kemudian dipotong pendek-pendek, dan dipilah dalam botol sesuai warna. Potongan serabut benang itu lantas dilekatkan dengan menggunakan lem kanvas sehingga fungsi potongan benang menggantikan fungsi cat. ’’Jenis kain yang dipakai bisa apa saja. Asalkan bukan kain jins,’’ ucapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore