Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 07.28 WIB

Review JETOUR T2: SUV Bergaya Off-Road Klasik yang Nyaman Diajak Bertualang bersama Keluarga

BACK TO NATURE: Jetour T2 saat difoto di area perkebunan teh yang terletak di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com) - Image

BACK TO NATURE: Jetour T2 saat difoto di area perkebunan teh yang terletak di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)


JawaPos.com - Pemandangan pegunungan, jalan berliku, tanjakan curam, hingga jalur rusak selalu menjadi medan yang tepat untuk menguji kemampuan sebuah SUV. Rute seperti ini sekaligus menunjukkan apakah sebuah kendaraan benar-benar mampu memberikan rasa percaya diri kepada pengemudi dan kenyamanan bagi seluruh penumpang selama perjalanan jauh.

Pengujian itu dilakukan menggunakan mobil SUV JETOUR T2 dalam perjalanan dari Bogor menuju Ciwidey, Kabupaten Bandung, hingga Kota Bandung. Total jarak yang ditempuh dalam petualangan bersama keluarga itu sekitar 300 kilometer sekali jalan, melintasi kemacetan perkotaan, jalan tol, tanjakan pegunungan, hamparan perkebunan teh, hingga jalur dengan permukaan aspal yang rusak.

Bagian belakang JETOUR T2 dilengkapi kompartemen yang menonjol yang mengingatkan akan "konde" pada mobil-mobil off-road klasik.

Body Boxy Bergaya Mobil Off-Road Klasik

Sejak pertama melihatnya, JETOUR T2 langsung menghadirkan aura SUV petualang. Siluet bodinya dibuat mengotak atau boxy, mengingatkan pada mobil-mobil off-road klasik. Di bagian belakang terdapat kompartemen penyimpanan berbentuk menyerupai ban serep atau "konde", meski berfungsi sebagai ruang penyimpanan tambahan. Detail tersebut membuat tampilannya semakin gagah dan maskulin.

Masuk ke dalam kabin, suasana modern langsung terasa. Posisi duduk tinggi memberikan visibilitas luas ke depan, sementara ruang kabin terasa lega sehingga perjalanan jauh tidak cepat melelahkan.

Konsumsi BBM Sebanding dengan Performa

Perjalanan dimulai dari Kota Bogor dengan kondisi lalu lintas padat. Pada situasi stop and go seperti itu, konsumsi bahan bakar berada di kisaran 1 liter untuk 10 kilometer.

Begitu memasuki jalan tol menuju Bandung, karakter mesin mulai terasa. Akselerasi berlangsung spontan dan tenaga terus mengalir hingga kecepatan tinggi. Saat melaju konstan di jalan bebas hambatan, konsumsi bahan bakar meningkat menjadi sekitar 13 kilometer per liter.

Memasuki kota Bandung, jalanan macet kembali ditemui. Namun, saat mulai masuk di kawasan Ciwidey, karakter jalan berubah drastis. Tanjakan panjang dan tikungan rapat menjadi menu utama sebelum mencapai kawasan wisata Kawah Putih. Pada kondisi seperti ini konsumsi bahan bakar turun menjadi sekitar 8 kilometer per liter, sesuatu yang masih cukup wajar mengingat beban kerja mesin meningkat saat terus menanjak.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore