
Kamera Fujifilm X-E5. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Di era ketika smartphone seakan mendominasi dunia fotografi, banyak yang meramalkan kamera konvensional bakal tersisih. Toh, ponsel pintar kini mampu menghasilkan gambar tajam hanya dengan sekali sentuh.
Namun, kenyataannya tak sesederhana itu. Kamera digital, terutama seri mirrorless, masih punya tempat istimewa, terlebih bagi mereka yang serius menekuni visual, mulai dari fotografer profesional hingga pembuat konten yang ingin hasil lebih konsisten, fleksibel, dan bernuansa artistik.
Dalam lanskap itulah Fujifilm X-E5 hadir. Kamera mirrorless terbaru ini diyakini tak hanya menawarkan teknologi mutakhir, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda: sebuah perangkat ringkas yang tetap bertenaga, dibuat untuk menemani perjalanan sekaligus bercerita lewat visual.
Dan Bandung, Jawa Barat menjadi tempat yang lumayan oke untuk mencobanya. Perjalanan JawaPos.com dimulai dari Jakarta dengan Kereta Panoramic.
Dari balik kaca lebar yang menampilkan hamparan sawah dan perbukitan, X-E5 langsung kami coba. Sesaat tentunya, dipinjamkan selama seharian penuh mengelilingi kota Bandung.
Hasil jepretan kamera Fujifilm X-E5. (RianAlfianto/JawaPos.com)
Sensor 40,2MP dengan IBIS 5-axis membuat setiap lanskap terekam detail, meski kereta terus bergerak. Sesampainya di Bandung, kami langsung menuju Jalan Braga.
Menyusuri bangunan tua bercorak art deco warisan kolonial Belanda, kamera ini terasa seperti teman perjalanan yang pas: ringkas, ringan, tapi penuh karakter.
Dengan lensa mungil XF23 mm f/2.8 R WR, suasana jalan yang ramai, dari mural di tembok hingga obrolan santai di kafe klasik, terekam tajam, seakan membawa atmosfer Braga ke dalam bingkai.
Dari Braga ke Sudirman Street dengan Banros
Baca Juga: Komdigi akan Permudah Perizinan Startup hingga Model Sandbox, Tingkatkan Akselerasi Ekonomi
Petualangan berlanjut dengan Banros (Bandung Tour on Bus), bus wisata yang mengelilingi kota dengan jendela terbuka. Atau bahkan tanpa jendela, angin sepoi-sepoi.
Sambil menikmati hembusan angin sore, kami menguji kemampuan lensa XF23 mm f2.8 untuk street photography dari bus yang terus melaju. Hasil foto tetap stabil, berkat peran IBIS pada X-E5.
Hasil jepretan kamera Fujifilm X-E5. (RianAlfianto/JawaPos.com).
Banros akhirnya membawa kami ke Sudirman Street, salah satu pusat kuliner paling ramai di Bandung. Di sini, kamera kembali diuji di tengah cahaya redup, mendung hampir sore menuju gelap.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
