Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 18.52 WIB

Komdigi akan Permudah Perizinan Startup hingga Model Sandbox, Tingkatkan Akselerasi Ekonomi

Ilustrasi platform digital. (pixabay) - Image

Ilustrasi platform digital. (pixabay)

JawaPos.com - Platform digital terus berkembang dan telah melampaui fungsi komersional secara tradisional. Saat ini, platform ini telah menjadi alat penting untuk penyelenggaraan kebijakan publik. 

Oleh karenanya, diperlukan kolaborasi yang erat antara sektor swasta dan pemerintah, khususnya untuk tahap awal perancangan kebijakan. Tentunya, hal ini memungkinkan platform untuk membantu memperluas jangkauan pemerintah dalam menyediakan layanan publik kepada masyarakat, sekaligus menekan biaya implementasi untuk kedua pihak.

Dalam hal ini, Sonny Hendra Sudaryana, Plt. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menekankan pentingnya kerja sama untuk mengintegrasikan ekosistem digital deni mendorong potensi ekonomi digital Indonesia.

“Sejumlah rencana pemerintah untuk mengakselerasi potensi ekonomi digital, antara lain regulasi pro-inovasi melalui model sandbox dan perizinan yang ramah bagi perusahaan rintisan (startup), serta dukungan bagi start-up yang dipimpin perempuan maupun yang berbasis di pedesaan,” kata Sonny dalam diskusi panel yang diselenggarakan oleh Tech for Good Institute (TFGI) di Jakarta pada Selasa (19/8).

Sementara itu, salah satu wawasan penting yang mengemuka adalah bagaimana platform digital bisa menghadirkan visibilitas yang belum pernah ada sebelumnya terhadap ekonomi informal di Indonesia. 

Sebagai contoh, platform digital mampu menghasilkan data real-time mengenai pekerja on-demand, usaha mikro, dan konsumen digital pemula. Informasi ini sebelumnya tak terlihat oleh para pembuat kebijakan.

Menariknya, visibilitas ini memungkinkan pemerintah untuk merancang langkah-langkah yang lebih adaptif, seperti dukungan terarah bagi UMKM. 

Tak hanya itu, regulasi berbasis hasil dan model sandbox juga didorong demi terciptanya kebijakan yang tetap relevan dan efektif di tengah lanskap digital Indonesia yang cepat berubah. 

Pendekatan ini memungkinkan pemerintah untuk menguji solusi berbasis platform, belajar dengan cepat dari hasilnya, dan memperluas implementasi dari hal-hal yang telah terbukti efektif.

“Masa depan penyelenggaraan layanan publik di Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh

seberapa efektif kita membangun kemitraan sektor swasta dan publik ini,” ujar Citra Nasruddin, Direktur Program TFGI menambahkan.

Menariknya, tiga bidang krusial di mana kolaborasi antara platform digital dan pemerintah juga menawarkan potensi paling menjanjikan di Indonesia, yakni:

1. Pembayaran Digital & Inklusi Keuangan

Dompet digital serta layanan pembayaran kini membuka akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat. Selain itu, platform ini juga menjadi jalur efektif dalam penyaluran bantuan sosial maupun bantuan darurat.

2. Logistik & Layanan Last-Mile (Pengiriman Hingga Titik Akhir)

Melalui jaringan logistik dan layanan pengiriman, pemerintah dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil maupun pekerja sektor informal. Hal ini sangat penting terutama dalam distribusi program bantuan sosial dan penanganan keadaan darurat.

3. E-commerce & Akses Pasar

Marketplace turut berperan besar dalam perkembangan UMKM dengan menghubungkan pelaku usaha di daerah ke pasar nasional. Selain itu, e-commerce juga mendukung industrialisasi hilir yang mendorong pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan merata.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore