
Photo
JawaPos.com - Samsung di Indonesia punya jagoan baru untuk pasar smartphone kelas menengah ke atas yakni Galaxy A33 dan Galaxy A53 5G. Kedua ponsel pintar anyar Samsung ini diklaim merupakan penerus dari A Series sebelumnya yang punya banyak keunggulan serta teknologi baru.
Diterjunkan untuk bersaing di kelas mid-range, kedua handset ini dikatakan masih reliable untuk dibeli konsumen yang ingin merasakan sensasi ponsel flagship namun sedikit lebih terjangkau. Nah, khusus untuk Galaxy A53 5G, JawaPos.com berkesempatan untuk menjajal seri tersebut.
Hadir dalam dua varian 8/128 GB dengan harga Rp 5,9 jutaan dan varian 8/256 GB di angka Rp 6,4 jutaan, berikut pengalaman kami mencoba ponsel ini sebagai perangkat harian.
Desain Menyerupai S Series
Dari segi desain, Samsung Galaxy A53 5G mirip dengan seri flagship Galaxy S Series. Hal tersebut terlihat pada aspek modul atau housing kamera berbentuk square.
Selain itu, ketipisan perangkat ini juga mirip dengan Galaxy S22 Plus. Enak digenggam, pas, nggak terlalu kegedean dan masih bisa dioperasionalkan dengan mudah dalam penggunaan satu tangan.
Dari sisi desain, kesemua varian Galaxy A53 5G hadir dalam konsep pewarnaan atau finishing doft atau kasar, tidak glossy, tidak kinclong. Selain itu, dari aspek warna, Galaxy A53 juga tampil dengan pilihan warna pastel yang menurut kami sangat mencolok seperti warna pink, biru, hitam dan putih.
Pada bagian belakang, yang membuat handset ini tampil layaknya seri flagship adalah modul kamera dengan lensa yang besar-besar. Gaya seperti ini bisa ditemukan pada seri flagship S Series, Z Fold atau Z Flip.
Photo
Perangkat smartphone Samsung Galaxy A53 5G. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Pada bagian tepi, dengan dimensi 159,6 x 74,7 x 8,14 mm dan bobot seberat 189 gram, pinggiran smartphone ini tidak terasa kasar. Enak digenggam. Kemudian, pada bagian tepi juga diberikan aksen chrome sewarna bodi.
Di sisi kanan, ada tombol power dan tombol volume 'Up-Down'. Di area kiri sampai ke atas polos. Sementara pada bagian bawah terdapat tray penyimpanan kartu SIM, port USB Type-C dan lubang speaker. Dan, ya, karena mirip flagship, pada seri ini, Samsung sudah tidak lagi menyertakan lubang headset.
Menambah kemiripan dengan seri flagship lainnya, Samsung juga tidak lagi menyertakan perangkat pengisi daya berupa kepala charger pada seri ini. Boks penjualannya juga makin tipis, percis seperti boks atau kemasan penjualan Galaxy S22 Series. Tipis dan seada-adanya.
Perangkat pengisi daya dan aksesori asli earphone Bluetooth tambahan bisa dibeli dengan mudah di banyak tempat. Buat yang sudah punya perangkat kepala charger di rumah atau kanel Type-C lainnya juga masih capable dan bisa digunakan di Galaxy A54 5G kali ini.
Layar Tetap Prima
Galaxy A53 5G juga masih membawa kualitas visual dengan layar yang prima. Panel layar Galaxy A53 5G ini juga sudah Super AMOLED seperti seri A "menengah" terdahulu lainnya.
Soal spek, layar Super AMOLED di Galaxy A53 5G kali ini berukuran 6,5 inci, resolusi Full HD Plus, refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan (brightness) maksimum 800 nits, kaca pelindung Gorilla Glass 5. Layarnya juga masih membawa konsep berlubang Infinity-O untuk rumah dari kamera selfie di perangkat ini.
Kemampuan layar Super AMOLED dibandingkan dengan layar jenis lainnya seperti IPS atau TFT LCD sudah tidak perlu kami jabarkan lagi. Semua sudah tahu kualitasnya.
Bagi penggemar konten video, game atau para street fotografer, layar jenis ini banyak dicari. Selain tone warnanya mendekati asli, layarnya juga smooth dan nyaman dilihat. Gambar-gambar yang tampil bisa terlihat epic dan realistis.
Pengalaman menggunakan smartphone Galaxy A53 5G dari aspek visual juga tak berubah. Tetap prima dan nyaman seperti halnya menggunakan smartphone Samsung lain dengan panel atau jenis material layar yang sama.
Performa Lebih dan Tahan Air
Lanjut ke sektor performa atau lebih tepatnya sektor hardware, Samsung Galaxy A53 5G ditenagai oleh chipset Samsung Exynos 1280 yang dirancang dengan fabrikasi 5 nm. Soal penyimpanan, seperti sudah disinggung di atas, Galaxy A53 5G punya dua pilihan RAM/ROM yakni 8/128 GB dan 8/256 GB.
Dengan padanan memori dan hardware yang demikian, harusnya perangkat ini tidak perlu diragukan dari segi performa. Oke, mari kita buktikan.
Selain digunakan sehari-hari, handset ini juga kami lakukan uji benchmark menggunakan aplikasi benchmark sintetis. Dua aplikasi yang kami pakai, AnTuTu Benchmark v9.3.4 dan PC Mark Work 3.0 Performance.
Photo
Uji benchmark smartphone Samsung Galaxy A53 5G. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Soal angka-angka, Galaxy A53 5G pada aplikasi benchmark AnTuTu berhasil mencetak skor sebesar 432523. Angka tersebut berdasarkan hasil uji benchmark tergolong besar. Pun demikian dengan rata-rata skor di kelas yang sama kebanyakan.
Kemudian, saat dibenchmark menggunakan PC Mark, skornya juga tergolong besar. Angka yang dicatatkan adalah 11822.
Untuk main game apakah bisa? Bisa. Ini kami buktikan dengan game Call of Duty: Mobile. Secara default, handset ini mampu menyajikan setting bawaan dengan pengaturan Frame Rate sampai ke Mode Max. Artinya, handset ini bisa dibejek performanya sampai ke level tertinggi frame rate.
Sementara, pada aspek pengaturan grafis, sebetulnya juga baik. Hanya saja, yang sedikit mengganjal adalah pengaturan grafisnya hanya tersedia sampai ke mode Medium saja. Entah apa yang salah.
Photo
Uji gaming smartphone Samsung Galaxy A53 5G. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Baterai juga kami uji. Galaxy A53 5G bisa bertahan selama 14 jam 18 menit penggunaan tanpa henti menggunakan simulasi Work 3.0 Battery Life. Untuk ukuran ponsel tipis, perolehan waktu segini tergolong lama. Dan untuk kemampuan baterai, Galaxy A53 5G membawa ukuran 5.000 mAh dan sudah fast charging 25 Watt.
Fitur lain yang dibawa Samsung Galaxy A53 5G meliputi dukungan jaringan 5G, NFC, fingerprint di bawah layar (in-display fingerprint), speaker berteknologi Dolby Atmos, Bluetooth 5.1, serta USB Type-C.
Semakin menarik di persaingan segmen ini, Galaxy A53 5G juga sudah punya kemampuan amfibi alias bisa nyelam. Ya, handset ini sudah tahan air, lho. Hal ini lantaran Galaxy A53 5G ini juga sudah dibekali fitur ketahanan air (water resistant) dan debu (dust resistant) bersertifikasi IP67.
Dengan sertifikasi tersebut, ponsel ini mampu bertahan di dalam air dengan kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Diajak nonton YouTube sembari buang air besar atau mandi juga nggak masalah, yang jelas Galaxy A53 5G sudah tahan air.
Kekurangan dari segi performa, yang kami sayangkan pada ponsel ini adalah tidak lagi dibekali dengan colokan audio jack 3,5 mm. Memang kami punya headset Bluetooth, hanya saja, buat pengguna lainnya mungkin ada yang suka dan ada yang tidak sehingga tersedianya lubang headset tetap dianggap perlu.
Sisanya, ya normal saja. Handset ini bisa dan sanggup diajak kerja keras. Memorinya besar, sudah 5G ready, NFC, sudah tahan air dan bisa diajak basah-basahan merupakan nilai lebih yang ditawarkan handset kelas menengah ketimbang yang ada saat ini.
Kamera 64 Megapixel
Samsung Galaxy A53 5G dibekali konfigurasi kamera yang terdiri dari kamera utama 64 MP (f/1.8, OIS), kamera ultrawide 12 MP (f/2.2), kamera macro 5 MP (f/2.4), dan kamera depth 5 MP (f/2.4). Pada bagian depannya, ponsel ini juga dibekali dengan kamera selfie beresolusi 32 MP (f/2.2).
Kamera utama Samsung Galaxy A53 5G juga mampu merekam video dengan kualitas hingga 4K@30fps. Kemampuan ini jelas sangat pas untuk kamu yang gemar membuat konten video. Segala dukungan yang ada di sektor kamera ini rasanya sudah sangat pas untuk harga HP Samsung A53 yang ada di segmen menengah.
Dengan pilihan lensa yang seabrek, pengalaman menggunakan kamera Galaxy A53 5G cukup menyenangkan. Hasilnya cukup baik untuk mode kamera utama. Tajam dan jernih.
Photo
Kamera smartphone Samsung Galaxy A53 5G. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Namun, saat digunakan pada pengambilan gambar malam hari, hasilnya memang tidak buruk. Hanya saja, detailnya terasa kurang. Untuk fotografi malam hari, Galaxy A Series memang tidak sebaik Galaxy flagship lainnya. Jelas saja, ada harga, ada rupa.
Secara keseluruhan, menggunakan kamera Galaxy A53 5G cukup lah buat kebutuhan penggunaan biasa saja. Selama cahayanya cukup, gambarnya bagus, hasilnya detail dan tajam. Buat efek bokehnya juga keren.
Kesimpulan
Well, beberapa waktu menggunakan Galaxy A53 5G dalam segala hal cukup memuaskany. Karena makin mirip flagship, rasanya juga kurang lebih sama dengan menggunakan seri flagship Samsung dalam beberapa kasus penggunaan. Misalnya, area layar. Area ini yang kami suka. Super AMOLED? No debat. Desainnya juga pas di tangan. Secara dimensi, ponsel ini juga ringan, tidak tebal dan enak digenggam.
Sudah tahan air juga merupakan bonus yang bisa didapat di segmen menengah ini. Ada NFC juga jelas membantu. Baterai kuat, kamera lumayan. Soal harga rasanya relatif, selalu ada yang perlu dikeluarkan untuk hasil yang maksimal. Tinggal disesuaikan saja kebutuhannya.
Kemudian, tanggalnya perangkat pengisi daya atau kepala charger di paket penjualan Galaxy A53 5G ini juga bisa jadi kekurangan Samsung di mata konsumen. Pasalnya, bagaimana pun klaim mereka bahwa pasar bisa menerima, rasanya tetap ada konsumen yang keberatan dengan hal ini, terlebih buat pengguna baru atau mereka yang memang ingin praktis saja.
Harusnya, dengan adanya pengurangan pada beberapa aspek, Samsung memberikan kompensasi dalam bentuk lainnya agar konsumen tidak terlalu kecewa dengan langkah ini. Misalnya harga yang dipangkas, atau apa pun yang bisa bikin konsumen datang. Kita lihat saja langkah apa yang akan diambil Samsung.
Berikut hasil kamera smartphone Samsung Galaxy A53 5G dalam berbagai skenario penggunaan:
Photo
Photo
Photo
Foto-foto: Rian Alfianto/JawaPos.com

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
