
Persebaya belum juga memutuskan nama baru untuk menangani tim di paruh kedua Liga 1 2018.
JawaPos.com - Persebaya Surabaya sudah mengindikasikan akan merekrut pelatih lokal untuk mengarungi sisa kompetisi Liga 1 musim ini. Syarat yang dipatok manajemen Persebaya pun menguatkan indikasi pelatih lokal lebih terbuka peluangnya untuk gantikan posisi Angel Alfredo Vera.
"Kriterianya, harus cocok dengan suporter, pemain, kultur Persebaya, dan keuangan tim. Elemen itu harus cocok," sebut asisten manajer Persebaya, Budi Dharma Wibawa.
Jika calon pelatih anyar memang kudu paham soal Persebaya, ada beberapa nama yang layak dikedepankan. Dua mantan penggawa Persebaya, Marwal Iskandar dan Uston Nawawi bisa jadi solusi.
Marwal bahkan secara terang-terangan tertarik menangani tim yang pernah dibelanya musim 2007 silam.
"Menangani Persebaya itu seperti panggilan jiwa. Lebih ke pengabdian. Karena saya pernah jadi bagian dari Persebaya,” kata pelatih 39 tahun itu.
Kebetulan, lisensi Marwal juga sudah sesuai regulasi, yakni A AFC. Memang, hingga saat ini dia belum dihubungi oleh manajemen Persebaya. Namun, Marwal mengaku punya hubungan baik dengan Bejo Sugiantoro. "Apalagi saya pernah melatih Rian (Rachmat Irianto) saat di Malaysia," imbuh Marwal.
Nama Uston Nawawi juga patut masuk hitungan. Dia merupakan salah satu legenda hidup Persebaya, bersama Bejo Sugiantoro. Sebagai pemain, Uston sudah dua kali membawa Green Force sebagai juara Liga Indonesia pada 1997 dan 2004.
Hal yang mendukung, lisensi Uston juga sudah A AFC. Memang, saat ini uston masih menangani PSIR Rembang yang bemain di kompetisi Liga 2. Namun, darah Persebaya dalam tubuh pelatih 40 tahun itu jelas masih sangat kental.
Selain dua mantan pemain Persebaya, nama Freddy Muli juga cukup mencuat. Dia pernah menangani Persebaya pada musim 2007-2008. Saat ini dia pun tengah menganggur, usai mundur dari jabatannya sebagai manajer Persis Solo.
Freddy juga secara gamblang mengaku siap jika memang diberi kesempatan kedua untuk melatih Persebaya. "Kalau memang diberi kepercayaan meracik Persebaya, saya siap," tegas dia.
Freddy mengaku banyak hal yang bakal dilakukan untuk membawa Persebaya kembali berjaya. Maklum, saat ini Green Force berada di posisi 13 dengan torehan 25 poin dari 20 laga. "Semua harus kerja keras lagi untuk hasil yang lebih baik,” terang Freddy.
Baik Marwal, Uston, maupun Freddy mengaku belum ada kontak sama sekali dari pihak manajemen Persebaya. Mungkin manajemen punya pilihan lain. Namun, ketiga nama tersebut cukup pantas dipertimbangkan sebagai calon pelatih Persebaya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
