
Fachri Albar mengonsumsi barang haram sejak tahun 2004. Sang istri, Renata Kusmanto mengaku tidak tahu perbuatan suaminya tersebut.
JawaPos.com - Dalam sidang kasus penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa Fachri Albar, dokter assessment dari BNNK (Badan Narkotika Nasional Kota), Ferdiana membeberkan riwayat ketergantungan terdakwa yang dimulai sejak 2004.
Menurutnya, pada 19 Februari 2018, tepatnya lima hari setelah Fachri ditangkap, tim penyidik meminta assessment dilakukan terhadap terdakwa karena terdakwa sakit. Kemudian, di Polres Jakarta Selatan, assessment dilakukan dengan tahap awal melakukan wawancara selama satu jam ke terdakwa.
Hasilnya, menurut pengakuan terdakwa, dia telah memakai dumolit pada 2004. Lantas menjadi adiktif pada zat tersebut mulai 2007.
"Dari pengakuannya dia (Fachri) memakai dumolit pertama kali pada 2004. Kemudian, penggunaan zat tersebut menjadi aktif pada 2007 dan bisa 6 kali seminggu dengan penggunaan satu hingga dua tablet per hari," kata dokter dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/5).
Kemudian, lanjutnya, terdakwa mengaku kerap tidak percaya diri untuk berinteraksi dengan orang lain dan sulit tidur. Namun, bila menggunakan sabu, dia lebih tenang dan santai berbicara.
"Yang bersangkutan mengonsumsi pada 2015 lebih rutin, dengan frekuensi 3-8 kali seminggu, bila menggunakan sabu dia merasa lebih senang dan enak untuk berbicara. Ada riwayat pemakaian ganja tapi tidak rutin. Terdakwa aktif memakai ganja 5 bulan sebelum ditangkap," lanjutnya memaparkan.
Selain mengonsumsi dumolit, sabu, dan ganja, suami Renata Kusmanto itu juga kerap meminum alkohol. Konsumsi alkohol dan zat-zat tersebut dilakukan karena dia merasa tidak tenang.
Berdasarkan pemeriksaan dan keterangan tersebut, tim assessment berkesimpulan bahwa terdakwa Fachri Albar telah ketergantungan. Oleh karena itu, tim assessment menyarankan Fachri untuk melanjutkan rehabilitasi di RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) selama minimal 6 bulan.
Didengarkan secara terpisah, Fachri Albar mengaku motivasinya menggunakan zat-zat tersebut karena faktor tidak percaya diri. Namun, setelah menjalani rehabilitasi di RSKO sejak 26 Februari, kini anak Ahmad Albar tersebut mulai merasakan perubahan.
"Ada (perubahan). Susah tidur masih, tapi kalau sekarang sudah berani interaksi sama orang. Rehab sangat membantu," kata Fachri.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
