
Arifin Ilham adalah salah satu dari 200 mubalig yang dirilis Kemenag
JawaPos.com - Di seluruh Indonesia, ada sekitar 830 ribu masjid. Jadi, muskil rasanya kalau hanya mengandalkan 200 mubalig yang nama-namanya masuk daftar rekomendasi Kemenag untuk keperluan dakwah. Karena itulah, Maman Imanulhaq, ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), termasuk yang menganggap dirilisnya daftar tersebut tergesa-gesa.
Menurut dia, seharusnya Kemenag tidak perlu mengintervensi sedemikian jauh dalam kehidupan teknis keberagamaan. "Rekomendasi mubalig seharusnya diserahkan saja kepada ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan lainnya," kata Maman.
Tugas Kemenag, menurut Maman, sebatas memfasilitasi dan menyiapkan panduan umum untuk masyarakat dalam memilih mubalig. Dengan berbekal rekomendasi dari ormas-ormas Islam tersebut, Kemenag bisa memfasilitasi kementerian, lembaga, masjid, maupun institusi lain dalam mencari penceramah untuk kajian keislaman.
Selain itu, Kemenag bisa berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) agar bisa menertibkan kajian keagamaan di televisi. Sebab, masih banyak produser program Ramadan yang memiliki pemahaman keagamaan kurang mumpuni.
Dari pengalaman diundang berbagai stasiun televisi, Maman merasakan bahwa para produser kerap menodongkan tema tertentu yang belum tentu mereka pahami kepada penceramah. "Nah, tema tersebut ya mereka dapat dari googling," jelas Maman.
Sementara itu, menurut Ketua PB NU Robikin Emhas, daftar mubalig Kemenag tidak perlu dipermasalahkan. Dia menilai Indonesia masih terhitung "lunak" dalam kebijakan terhadap dai.
"Di negara lain seperti Malaysia, malah lebih jauh lagi. Mereka melakukan sertifikasi terhadap penceramah," kata Robikin.
Robikin menuturkan, fakta di lapangan saat ini, tidak sedikit penceramah yang cenderung mengeksploitasi politik identitas dan menggunakan sentimen SARA untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Yang jauh dari misi suci agama itu sendiri. "Ceramahnya dapat merusak harmoni sosial dan melunturkan semangat nasionalisme," ucap dia.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan tidak tahu bagaimana penyusunan dan pengajuan nama mubalig yang dirilis Kemenag. "Saya tidak tahu apakah Muhammadiyah menyerahkan daftar mubalig atau tidak. Kenyataannya, tidak banyak mubalig yang tercantum di sana," papar dia.
Dia menyatakan, daftar resmi mubalig bisa saja dikeluarkan, tapi harus cermat. Sebab, bisa jadi, banyak penceramah yang diakui masyarakat dan sudah lama malang melintang tapi tidak masuk daftar.
Dia pun mempertanyakan kelanjutan pengajuan nama mubalig. Apakah nanti ada tes kompetensi sehingga ada yang lulus dan yang tidak. Selain itu, apakah hanya yang sudah direkomendasi yang boleh melakukan tablig. Sedangkan yang lain tidak bisa. "Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab tuntas," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022