
Muhammad Fayyadh, kuasa hukum Komariah.
JawaPos.com - Komariah, 49, tak kuasa menampung kesedihannya hingga dia pingsan di depan halaman Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta, Rabu sore (2/5). Hal itu terjadi setelah dia mempolisikan Ketua Panitia Penyelenggara Forum Untukmu Indonesia (FUI), Dave Revano Santoso. Dave Revano merupakan penyelenggara acara bagi-bagi sembako gratis di Monas akhir pekan lalu.
Pingsannya Komariah tepat ketika kuasa hukumnya, Muhammad Fayyadh tengah diwawancarai awak media. Atas kejadian itu dia langsung dibopong ke balai wartawan yang tak jauh dari lokasi.
Saat digotong Komariah berteriak histeris. Dia menyebut nama anaknya, Muhammad Rizki Saputra, 10, yang meninggal usai acara berbagi sembako gratis di Monas. "Rizki, Rizki, Rizki, mana Rizki," panggilnya seraya menangis dalam mata yang terpejam.
Beberapa orang yang menemani Komariah saat menyampaikan laporannya ke Bareskrim berusaha menenangkannya. Sekitar 15 menit kemudian Komariah pun sadar. Tak lama pergi dia dibawa pulang meninggalkan Gedung Bareskrim.
Sementara itu, dalam laporannya Komariah menilai ada kelalaian acara pembagian sembako yang dilakukan pihak panitia hingga menyebabkan anaknya tewas.
Fayyadh mengatakan, pihak panitia bisa diancam dengan pasal 359 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Dia berharap laporan ini segera diproses. "Karena barang bukti dan akibat hukumnya sudah jelas dan tidak ada alasan memberhentikan kasus ini," tegasnya.
Diceritakan Fayyadh, Rizki usai dibebaskan oleh ibunya dari kerumunan massa yang rusuh saat mengantre sembako, sempat tergeletak, muntah, dan kejang-kejang. Sementara itu panitia acara tidak ada memberikan pertolongan.
Padahal beberapa anggota panitia sempat melihat Rizki tergeletak. Mereka juga minta tolong ke rekannya, namun tidak mendapat respons. Panitia lainnya beralasan sedang sibuk mengurus situasi yang rusuh saat itu. "Sikap acuh dan sudah jelas korban tergeletak dalam kondisi muntah dan kejang," tuturnya.
Rizki sempat terselamatkan setelah ada dua personel TNI yang datang. Dia dibawa ke posko kesehatan di area Monas. Namun, penanganan medis tak juga dilakukan karena pihak dokter mengatakan infus dan peralatan medis lain tidak ada. "Lalu dibuat surat rujukan ke RSUD Tarakan. Meninggal di Tarakan," kata Fayyad menceritakan kronologi meninggalnya Rizki.
Rizki meninggal tepatnya pukul 04.35 WIB. Sebelumnya dia diboyong ke RS Tarakan pukul 14.00 WIB. Mirisnya, pihak RS tidak menerangkan penyebab kematian korban. "Hanya surat pengantar kematian berisi identitas korban tapi penyebab tidak disebutkan. Saya mau minta penjelasan dari RSUD dan dokter yang menangani," imbuhnya.
Sayangnya hingga tadi, tidak satu pun panitia datang menjenguk keadaan Komariah. "Jangankan ke rumah sakit. Ke rumah pun sampai saat ini tidak ada dari panitia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
