
Presiden Joko Widodo
JawaPos.com - Komoditas paling mahal di dunia itu bukan emas, bukan berlian, juga bukan racun kalajengking. Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya versi tersendiri ihwal sesuatu yang termahal.
Baginya, komoditas ini memiliki nilai yang tak terukur. Apa itu? Jawabannya adalah waktu. Menurutnya, waktu adalah komoditas yang menghasilkan banyak hal, baik positif maupun negatif. Semua tergantung bagaimana mengoptimalkannya.
"Meskipun ada komoditas-komoditas yang paling mahal di dunia. Tapi yang paling mahal adalah waktu. Coba kita lihat 10 tahun lewatnya cepet atau tidak? Untuk saya lewatnya sangat cepat sekali," ujarnya dalam Musrenbangnas 2019 di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (30/4)
Dia bercerita, 30 tahun lalu atau lebih tepatnya pada tahun 1998, masyarakat belum begitu familiar dengan telpon genggam (handphone). Selain itu, mengirimkan surat juga harus melalui kantor pos dan membutuhkan waktu yang lama.
"Rasanya irama hidup ini pelan. Kalau mau telpon kita tunggu di rumah dulu karena belum ada HP. Kemudian baru muncul HP dan mesin fax. Kita dulu nunggu berminggu-minggu untuk dapet dokumen. Tapi begitu ada mesin fax bisa langsung keluar," tuturnya.
Menurut mantan Wali Kota Solo tersebut, saat ini kemajuan teknologi telah mempermudah kebidupan manusia. Mobilitas sehari-hari terasa lebih mudah dan efisien. Atas dasar itu dia menyebut bahwa waktu adalah komoditas termahal di dunia.
"Kita bicara sekarang di era Facebook, YouTube, WA, Instagram. Irama hidup jadi cepat sekali. Informasi juga sangat cepat sekali. Bandingkan dengan dulu. Kalau sekarang dimanapun bisa WA bisa nge-tweet, update status baik di FB, Instagram, Twitter. Waktu berlalu cepat. Potensi Produktivitas yang mengisi waktu akan semakin tinggi. Karena banyak yang tidak memanfaatkan potensi produktifitas ini," jelas dia.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh kepala daerah agar bisa mengoptimalkan waktu dengan baik. Sebab jika tidak, jangan pernah berharap Indonesia bisa menjadi negara maju jika tidak mampu mengoptimalkan waktu.
"Artinya dengan waktu yang lewatnya begitu cepat, dengan teknologi modern yang bisa dicapai setiap menit, setiap jam, setiap hari, ini berarti waktu jadi komoditas yang mahal sekali kalau kita bisa memanfaatkan itu. Dan kalau waktu sudah jadi komoditas paling mahal berarti musuh paling utama kita adalah buang-buang waktu," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
