
Dalang di balik kasus miras oplosan hingga kini belum terungkap. Polisi hingga kini terus memburu para produsen utama barang haram tersebut
JawaPos.com - Polisi masih terus memburu pembuat maupun penyalur minuman keras (miras) oplosan. Sejumlah orang telah ditetapkan sebagai buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kriminolog asal Universitas Indonesia Muhammad Mustopa mengatakan, biasanya tidak ada kata sulit bagi polisi untuk menangkap pelaku. Hanya saja, mengapa belum juga terciduk, itu katena faktor prioritas.
"Susah sih enggak, cuma apakah dia (kasusnya) jadi prioritas atau enggak, karena pelaku teroris saja, pengeboman itu bisa ditangkep kok," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (11/4).
Selain itu, kata dia, cepat tidaknya pengungkapan kasus biasanya dilihat pula background dari korban.
"Terus siapa korbannya. Jadi perhatian publik nggak, atau sekedar rakyat biasa," tambah dia.
Terakhir menyangkut persoalan anggaran, "Apakah untuk menangani kasus tersebut biayanya besar atau kecil. Itu kan juga berhubungan dengan anggaran," tukas Mustofa.
Sekadar informasi, dalam dua pekan terakhir, puluhan orang tewas usai menenggak miras oplosan.
Penyebab terbesar kematian para korban adalah kandungan metanol yang ada pada miras tersebut.
Adapun kandungan itu didapat dari reaksi kimia akibat peyampuran miras dengan bahan lainnya seperti minuman berenergi maupun minuman bersoda.
Di wilayah hukum Jakarta yakni Polda Metro Jaya, ada 31 orang, Jawa Barat total 51 orang, dan sebelumnya di Kalimantan Selatan, setidaknya tiga orang yang meregang nyawa.
Di Polda Metro Jaya khususnya, 7 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. 1 orang diamankan di Jakarta Selatan, 2 orang di Bekasi, 1 di Depok dan 3 lagi di Jakarta Timur.
Penangkapan dilakukan setelah polisi memeriksa korban, serta razia dan penggerebekan terhadap warung-warung penjual miras oplosan. Ada pula 2 orang yang menjadi buron.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin baru saja memerintahkan kepada jajarannya untuk menghentikan peredaran miras ini.
Dia memberi waktu selama satu bulan untuk menuntaskannya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
