
tumpahan minyak di Teluk Balikpapan milik Pertamina.
JawaPos.com - Insiden patahnya pipa distribusi minyak mentah (crude oil) milik PT Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur terus diselidiki pihak Kepolisian. Mereka masih menelusuri penyebab kejadian yang mengakibatkan ratusan barel minyak tumpah ke laut.
"Tim dari Bareskrim sedang bekerja bersama dengan lingkungan hidup, bersama dengan (Polda) Kaltim. Tunggu saja hasilnya ya," ujar Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto saat ditemui pada acara diskusi di Hotel Diradja, Mampang, Jakarta, Selasa (10/4).
Setyo belum bisa memastikan Pertamina menjadi penanggung jawan atas patahnya pipa yang menyalurkan minyak dari Terminal Lawe-Lawe ke fasilitas kilang (refinery) milik PT Pertamina UP RU V itu.
"Nanti pokoknya kita lihat hasil penyelidikan seperti apa, siapa yang terlibat, siapa yang bertanggung jawab, nanti akan ketahuan," tukasnya.
Terkait belum adanya tersangka dalam kasus ini, Setyo berdalih untuk masuk dalam tahap penyidikan tidak bisa terburu-buru. Perlu penyelidikan lebih lanjut.
"Ya kan itukan harus pelan-pelan, proses tidak bisa serta merta," pungkas Setyo.
Sementara itu, Pertamina mengklaim telah melakukan sejumlah aksi program penanggulangan musibah ceceran minyak di Teluk Balikpapan. Program penanggulangan yang dilakukan di enam titik yakni Area Jetty, Semayang hingga Balikpapan Plaza, Kampung atas Air hingga Kampung Baru Ulu, Penajam, Teluk Balipapan dan Kariangau.
Region Manager Communication dan CSR Kalimantan Yudy Nugraha menyatakan hingga hari Minggu (8/4), penanggulangan Area Jetty secara garis besar telah selesai. Namun tetap dilakukan patroli, pengisapan sisa-sisa minyak yang terkumpul, serta penanggulangan film minyak tipis.
Sementara di area Semayang-Balikpapan Plaza, di sekitar pesisir dan perairan telah ditanggulangi dan secara visual bersih di permukaan. Adapun langkah selanjutnya yang saat ini dilakukan adalah identifikasi area batuan, dinding, maupun material lain yang sempat kontak dengan kontaminan.
Di Kampung Atas Air hingga Kampung Baru Ulu masih terdapat lapisan film pada perairan yang dapat berasal dari minyak yang terperangkap maupun kontak dengan sampah domestik yang berada di bawah perumahan warga.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
