Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 April 2018 | 00.25 WIB

Soal Kebocoran Facebook, Fadli Zon: Kenapa Nggak Bikin Medsos Sendiri

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Indonesia sudah sangat mampu untuk membuat platform sosmed yang sangat Indonesia banget. - Image

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Indonesia sudah sangat mampu untuk membuat platform sosmed yang sangat Indonesia banget.

JawaPos.com - Kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia mulai menjadi sorotan masyarakat. Betapa tidak, pengguna aplikasi media sosial garapan Mark Zuckerberg di tanah air berada di posisi ketiga dunia. Dugaan jumlah kebocoran itu data itu berkisar pada angka 1,1 juta pengguna.


Konidisi ini rupanya membuat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon ikut angkat bicara. Menurutnya, sudah seharusnya Indonesia memiliki platform media sosial yang merupakan hasil kreasi anak bangsa.


"Di beberapa negara Facebook dilarang dan mereka menggunakan suatu media komunikasi, media sosial, atau platform media sosial tersendiri. Saya kira Indonesia dengan 262 juta jiwa bisa lah melahirkan Facebook ala Indonesia,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/4).


Menurut legislator asal Gerindra itu, jika Indonesia berhasil membuat Facebook sendiri, tentunya akan sangat menguntungkan. “Jadi kenapa tidak membuat platform medsos sendiri,” imbuhnya.


Fadli juga berpendapat, seharusnya pemerintah harus mengambil sikap tegas terhadap permasalahan ini. Karena itu, ia mengharapkan kajian itu harus difokuskan pada penggunaan Facebook apakah menguntungkan ataupun justru sebaliknya.


"Menkominfo perlu ada kajian Facebook ini bagaimana, lebih banyak maslahatnya atau mudharatnya. Lebih banyak manfaatnya atau merugikan, terutama tentang data," ungkapnya.


Meski begitu, Fadli pun menyadari bahwa media sosial Facebook mulai beralih dari media komunikasi menjadi bagian dari gaya hidup. Namun, katanya, persoalan kebocoran data-data ini tetap harus menjadi sorotan.


"Persoalan data ini harus diproteksi, harus dipanggil lah pihak-pihak yang terkait dengan Facebook Indonesia," pungkasnya.


Sebagai informasi, Facebook telah merilis data yang menyebut telah membocorkan data sebanyak 87 juta pengguna ke Cambridge Analytica di seluruh dunia. 


Dari temuan itu, posisi pengguna yang datanya disalahgunakan terbanyak adalah Amerika Serikat dengan 70,63 juta pengguna. Sementara itu, Filipina telah mencapai 1,1 juta pengguna. 


Sementara Indonesia berada di peringkat ketiga dengan jumlah 1,096 juta. Selain itu, ada pula yang berasal dari negara lain seperti Inggris, Meksiko, Kanada, India, Brasil, Vietnam, dan Australia yang datanya turut disalahgunakan.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore