
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, ia berencana untuk menempatkan rancangan resolusi PBB bagi penyelidikan penggunaan gas beracun di Syria
JawaPos.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley menyerukan Dewan Keamanan PBB agar menyelidiki penggunaan senjata kimia di Syria. Hal itu dilakukan setelah adanya laporan serangan gas beracun di sebuah kota yang dikuasai pemberontak.
Senin (9/4) lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, harus ada harga yang dibayar terkait penggunaan senjata kimia. AS menyerukan kepada 15 anggota DK PBB untuk membuat rancangan resolusi PBB bagi penyelidikan internasional atas penggunaan gas beracun di Syria.
Jika teks resolusi yang disusun AS dimasukkan ke dalam pemungutan suara, para diplomat mengatakan bahwa kemungkinan teks itu akan diveto oleh Rusia. Resolusi membutuhkan sembilan suara yang mendukung dan harus tidak ada veto oleh Rusia, Tiongkok, Prancis, Inggris, atau AS untuk diloloskan.
Seperti dilansir Reuters, dalam diskusi tertutup Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, ia berencana untuk menempatkan rancangan resolusi PBB bagi penyelidikan penggunaan gas beracun di Syria dengan pemungutan suara pada Selasa (10/4).
"Amerika Serikat akan menanggapi serangan senjata kimia di Syria terlepas dari apakah Dewan Keamanan bertindak atau tidak," ujar Haley.
"Ini pada dasarnya adalah pengaturan diplomatik. Rusia pasti akan memveto teks resolusi AS yang mengkritik Assad, dan Washington akan menggunakan ini untuk membenarkan serangan militer," kata Pakar PBB di Dewan Eropa tentang Hubungan Luar Negeri, Richard Gowan.
Washington pernah mengebom satu pangkalan udara Pemerintah Syria pada 2017 dengan alasan untuk melakukan serangan gas beracun.
Sebuah kelompok bantuan medis Syria mengatakan, setidaknya 60 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka di beberapa tempat dalam serangan terhadap di Douma pada Sabtu pekan lalu.
Rusia dan Syria mengatakan, tidak ada bukti bahwa serangan gas telah terjadi. Duta Besar Rusia, Vassily Nebenzia menuduh AS, Prancis, dan Inggris memicu ketegangan internasional dengan terlibat dalam kebijakan konfrontatif melawan Rusia dan Syria.
"Sebuah metode sedang dimanfaatkan, ada fitnah, penghinaan, retorika, pemerasan, sanksi, dan ancaman untuk menggunakan kekuatan melawan negara berdaulat," katanya seperti dilansir Sana.
Penyelidikan bersama sebelumnya dilakukan oleh PBB dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia. Mereka telah menemukan bahwa Pemerintah Syria menggunakan gas sarin dalam serangan April 2017, dan juga beberapa kali menggunakan gas klorin sebagai senjata.
Penyelidikan itu berakhir pada November setelah Rusia melakukan pemblokiran untuk ketiga kalinya. Sebuah upaya oleh Dewan Keamanan PBB untuk memperbarui mandatnya untuk satu tahun lagi. Moskow mengecam penyelidikan bersama AS dan organisasi tersebut sebagai kesalahan.
Nebenzia juga mengatakan, ia juga dapat menempatkan teks resolusinya dalam pemungutan suara menyaingi teks dari AS.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
