
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahni Anzar Simanjuntak
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan memilih Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Firli sebagai deputi penindakan, menggantikan posisi Heru Winarko yang sudah menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Namun, berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/, Firli terungkap tak patuh melaporkan harta kekayaannya ke KPK selama menjadi penegak hukum. Terakhir di bahkan melaporkan harta kekayaan pada tahun 31 Maret 2002. Dengan total kekayaan senilai Rp 162,9 juta.
Hal ini menuai kritikan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya, ada masalah Integritas yang absen di pimpinan KPK. Karena, memilih deputi yang tak tertib melaksanakan pelaporan kekayaan.
"Bagaimana mungkin deputi penindakan KPK yang akan menangani pelaku-pelaku korupsi, justru tidak tertib dan abai melakukan pelaporan terhadap LHKPN-nya, padahal pelaporan secara rutin terkait LHKPN adalah salah satu indikator Integritas dan pencegahan praktik korupsi," ungkapnya saat dikonfirmasi JawaPos.com Rabu (4/4).
Dengan terpilihnya Firli, katanya, ini berarti ada masalah dengan integritas pimpinan KPK. "Bagi saya ada masalah integritas yang absen di pimpinan KPK. Bagaimana mungkin mereka memilih deputi penindakan yang tidak tertib melaporkan LHKPN yang sering menjadi pidato-pidato dan anjuran mereka dalam setiap kesempatan," jelasnya.
Selain itu, pendiri madrasah antikorupsi ini juga menyebut, KPK seperti mengabaikan nilai antikorupsi karena memilih seorang pemimpin deputi penindakan yang tak patuh melaporkan LHKPN.
"Jadi, bagi saya terang ada anomali yang Luar biasa. Institusi antikorupsi namun mengabaikan nilai-nilai antikorupsi," tukasnya.
Senada dengan Dahnil peneliti ICW, Lalola Ester mempertanyakan kenapa yang dipilih Firli. “Kenapa yang bersangkutan dipilih? Padahal dari sisi kepatuhan pelaporan LHKPN (Note:dengan pencarian nama Firli bukan Firly saja sudah tidak dilakukan,” ketus Lola.
Hal ini katanya, karena rekam jejaknya terkait upaya pemberantasan korupsi juga masih minim dan tidak ada prestasi yang berarti. Firli dalam catatan ICW selama menjabat Kapolda NTB hanya tercatat menyidik perkara korupsi penyelenggaraan lari maraton di Lombok.
“Kalau KPK saja tidak memilih direktur penyidikan, sepatutnya KPK bisa saja tidak memaksakan memilih deputi penindakan,” tegasnya.
Sementara peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar menuturkan perlu adanya pertimbangan untuk memilih dari kalangan internal.
"Karena belajar dari pengalaman, terdapat permasalahan dengan double loyality jika posisi setingkat deputi dijabat oleh pihak - pihak yang tidak berasal dari penegak hukum lain.
Dikonfirmasi terpisah perihal alasan keputusannya memilih Firli, sejumlah pimpinan dan juru bicara KPK belum merespon pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Hal senada juga dilakukan Firli.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan telah memilih seorang Deputi Penindakan untuk mengisi jabatan yang kosong semenjak ditinggalkan Heru Winarko karena terpilih menjadi Kepala BNN. Ihwal adanya hal ini dikatakan Ketua KPK Agus Raharjo.
"Tes kemarin sudah dilakukan. Kelihatannya deputi sudah ditemukan dari hasil tes itu," kata Ketua KPK Agus Raharjo, Rabu (4/4).

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
