
Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Hanafi saat menanyai Babe dihadapan awak media, Kamis (22/3).
JawaPos.com - N alias Babe, 58 calo masuk Bintara Polri diketahui seorang diri dalam melancarkan aksinya. Tak hanya di Kota Pekanbaru, Babe juga diketahui melakukan aksinya di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau.
"Selain di Pekanbaru, pelaku juga beraksi di wilayah lain juga. Seperti di Kabupaten Inhil (Indragiri Hilir), Rengat (Kabupaten Tembilahan), Pelalawan dan Kampar," ungkap Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Hanafi pada Kamis (22/3).
Hanafi melanjutkan, untuk meyakinkan korbannya, pelaku selalu mengaku bahwa dia mengenal pejabat tinggi di Kepolisian. "Setelah di cek ternyata dia sama sekali tidak mengenalnya," tuturnya.
Sebelumnya pelaku ternyata berprofesi sebagai seorang sopir truk. Namun karena merasa pendapatannya tersebut tak cukup untuk kebutuhan sehari-harinya, pada tahun 2011 lelaki berstatus sebagai duda ini pun akhirnya berhenti dari pekerjaannya dan banting stir menjadi calo.
Selama kurun waktu tujuh tahun menjadi calo, pelaku telah menggaet korban sebanyak tujuh orang yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Riau. Beruntungnya, dari tujuh korban tersebut ada tiga orang yang berhasil lulus sebagai anggota Bintara.
"Dari tujuh korban yang ditipunya, ada tiga korban yang lulus menjadi polisi. Itu membuat dia semakin untung. Namun sisanya tidak lulus sehinga ada yang membuat laporan kepada kita," jelasnya.
Untuk diketahui, terungkapnya kasus ini bermula ketika salah seorang korban bernama Asnimar membuat laporan polisi ke Polsek Pekanbaru Kota atas dugaan penipuan pada tahun 2016 silam.
Saat itu korban melaporkan bahwa pelaku menjanjikan bahwa anak korban bernama Nikko Hendaya bisa masuk sebagai anggota Bintara Polri Pekanbaru namun harus membayar uang sebesar Rp 180 juta.
Setelah uang dibayarkan, ternyata pada saat tes psikologi anak korban tak lulus. Korban pun meminta agar uangnya dapat dikembalikan. Namun oleh pelaku, uang tersebut tak kunjung dikembalikan hingga akhirnya korban pun merasa kesal dan melaporkannya ke polisi.
"Setelah kita periksa ternyata pelaku juga pernah menipu korban agar masuk sebagai anggota Polwan dengan bayaran Rp 300 juta. Uang itu digunakan pelaku untuk berfoya-foya," ucapnya.
Hanafi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tak mudah percaya dengan modus-modus seperti ini. Karena untuk masuk sebagai anggota polisi tidak dipungut biaya.
"Jangan mudah tertipu karena masuk polisi tidak dipungut biaya. Untuk yang merasa pernah menjadi korban agar segera membuat laporan ke kita," tukas Kapolsek.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
