
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate
JawaPos.com - Pidato Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan bubar tahun 2030 terus menuai sorotan. Mantan Danjen Kopassus itu menilai aset dan tanah yang dikuasai asing lah yang menjadi penyebabnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate menuturkan, pihaknya menyebut penguasaan aset oleh pihak asing sudah sedari dulu terjadi, tepatnya dari zaman orde baru.
"Jokowi tidak ada kasih begituan, justru selama pak Jokowi ini berpihak dengan rakyat, redestribusi lahan dilakukan, hutan-hutan yang tidak produktif yang bisa dikonversi bisa jadi usaha rakyat jadi untuk rakyat, sertifikasi lahan-lahan rakyat yang jutaan itu sekarang dibikin secara gencar," kata Johnny saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (20/3).
"Jadi pak Jokowi justru mengurus negara ini agar tahun 2030 itu tidak terjadi itu," lanjutnya.
Lebih lanjut, Johnny menambahkan, dirinya pun mempertanyakan balik mengenai penguasaan lahan hutan yang digunakan untuk usaha (HPH) yang sebenarnya juga dikuasai oleh bangsa sendiri.
"Kalau yang ngomong punya HPH, punya kebun sawit, tanya yang ngomong, punya itu enggak. Berarti dia bagian dari itu tuh (penguasaan aset bangsa). Jadi berkaca dulu kita kalau ngomong agar punya dasar yang bener," ungkapnya.
Menurut Johnny, seharusnya masyarakat Indonesia justru harus bersama-sama untuk menyukseskan program Jokowi, bukan hanya sekadar berwacana agar dapat menjaga NKRI.
"Jangan ngomong seolah-olah jadi malaikat disitu, jangan. Mari kita dukung program yang bener ini program pro rakyat ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto secara mengejutkan menyebut bahwa pada tahun 2030 nanti negara Indonesia diprediksi akan bubar.
Pernyataan itu termuat dalam sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang di-posting di akun resmi Facebook Gerindra, Senin (19/3).
Berikut kutipan video Prabowo terkait prediksi kehancuran Indonesia di 2030:
Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.
Bung! mereka ramalkan kita ini bubar. Elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen, rakyat kita tidak apa-apa, bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen tidak apa-apa, bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil keluar negeri tidak tinggal di Indonesia tidak apa-apa, ini yang merusak bangsa kita saudara-saudara sekalian.
Semakin pintar semakin tinggi kedudukan semakin curang! Semakin culas! Semakin maling. Tidak enak kita bicara tapi sudah tidak ada waktu untuk berpura-pura lagi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022