
Popularitas Egy Maulana Vikri di Indonesia bisa dimanfaatkan Lechia untuk medongkrak pemasaran
JawaPos.com - Kedatangan Egy Maulana Vikri diyakini membuat Lechia Gdansk akan meraup keuntungan besar. Akan tetapi, Egy sejak awal sudah menegaskan tak mau sekadar menjadi alat pemasaran bagi klub barunya itu.
Memang, popularitas Egy di Indonesia bisa dimanfaatkan Lechia untuk medongkrak pemasaran mereka di kawasan Asia Tenggara. Sejauh ini, dampaknya pun sudah terlihat. Akun media sosial Lechia mulai dibanjiri pengikut dari Indonesia.
"Masyarakat Indonesia sangat senang ketika ada orang dari negaranya melakukan hal yang bagus di luar negeri. Mereka akan mendukung dengan sepenuh hati. Orang Indonesia sangat senang ketika ada orang yang mempromosikan negaranya dan akan bantu meningkatkan popularitas," jelas Egy, yang sudah memiliki lebih dari 700 ribu pengikut di Instagram.
Sejak kedatangan Egy, Lechia pun langsung memanfaatkan momentum dengan membuka penjualan jersey nomor 10 bertuliskan nama "Egy MV". Di toko online resmi klub, mereka juga menyediakan opsi bahasa Indonesia bagi para pengunjung.
Sadar dengan situasi tersebut, Egy lantas mempertegas kalau kedatangannya bukan sekadar menjadi produk atau alat marketing Lechia. Akan tetapi, dia tetap akan senang jika popularitas Lechia bisa meningkat dengan kedatangannya.
"Di satu sisi, ya saya senang (bantu meningkatkan popularitas Lechia). Namun di sisi lain, saya tak mau sekadar menjadi produk marketing. Saya seorang pesepak bola dan buat saya yang terpenting adalah di lapangan," ucap Egy dilansir SuperExpress.
Sayangnya, Egy tak bisa langsung membuktikan bahwa kehadirannya di Lechia bukan sekadar menjadi pendongkrak popularitas klub. Dia masih harus menunggu sampai kontrak profesionalnya ditanda tangani saat usianya menginjak 18 tahun pada 8 Juli mendatang.
"Saya tak sabar menjalani laga perdana di sini, untuk menunjukkan kepada fans di Polandia, bahwa saya tak cuma kuat di Instagram, melainkan juga di lapangan. Saya tahu, untuk bisa menjalani laga pertama, saya masih harus menunggu sampai 8 Julu saat berusia 18 tahun. Namun, saya tegaskan sekali lagi. Hal yang paling penting adalah sepak bola, bukan internet," tegas Egy.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
