
Egy Maulana harus menghadapi tiga ancaman dalam perjalanan karirnya di Lechia Gdansk.
JawaPos.com - Baru diperkenalkan sebagai pemain baru Lechia Gdansk, Minggu (11/3), Egy Maulana Vikri langsung menghadapi sederet tantangan yang berpotensi menjadi ancaman perjalanan karirnya di Polandia. Hal itu terkuak dalam wawancara Egy dengan lechia.gda.pl.
Dalam sesi wawancara yang tertuang dalam bentuk tulisan itu, Egy diberondong beberapa pertanyaan. Terselip 2 hingga 3 kondisi yang akan menjadi rintangan sekaligus ancaman untuk proses adaptasi pemuda berusia 17 tahun tersebut di klub barunya.
Pertama adalah terkait kondisi cuaca di Polandia yang bisa sangat ekstrem. Jika di Indonesia iklim tropis menghadirkan suhu hangat sepanjang tahun, beda hal dengan di Polandia. Egy akan menghadapi suhu yang sangat dingin, khususnya di Gdansk.
"Di negara anda, sangat hangat sepanjang tahun. Apakah anda tidak takut dengan perbedaan kondisi di Polandia?" bunyi pertanyaan pembuka pewarta lechia.gda.pl, Mateusz Blazewicz, kepada Egy.
Egy pun menjawab dengan penuh keyakinan. "Sangat dingin di Gdansk. Buat saya, ini sesuatu yang sama sekali belum pernah saya rasakan. Namun, saya akan membiasakan diri dengan itu," sebutnya.
Tak berhenti sampai di situ, potensi kesulitan kedua pun dialamatkan kepada Egy. Kali ini terkait permainan fisik yang dominan di sepak bola Polandia, serta tubuh para pemain yang jauh lebih besar dari Egy.
"Anda bukan pemain bertubuh besar. Sementara di sepak bola Polandia, sudah sangat jelas lebih menonjolkan kekuatan ketimbang teknik. Apakah ini tidak akan menjadi masalah buat Anda?" tanya Blazewicz lagi.
Jawaban Egy kali ini bahkan jauh lebih meyakinkan. Optimisme ditunjukkan pemain Timnas Indonesia tersebut dalam menyambut tantangan yang akan dihadapinya di sepak bola Polandia. Dia seolah tak merasa para pemain bertubuh besar itu akan menjadi ancaman buatnya.
"Tentu saja saya tidak takut menghadapi ancaman lawan pemain yang lebih besar. Saya sudah pernah menghadapi banyak tipe pesepak bola. Saya tak menjadikan tubuh yang kecil sebagai masalah karena (Lionel) Messi juga tidak besar, dan dia bisa bermain baik," ucap pemain jebolan PPLP Ragunan itu.
Diselingi pertanyaan tentang aktivitas Egy di luar bermain sepak bola, ancaman ketiga pun muncul. Terakhir, Egy ditanya perihal kesanggupannya menduplikasi popularitas di Indonesia, dalam karirnya di Polandia.
"Semoga dengan dukungan fans di Polandia dan Indonesia, saya bisa menunjukkan apa yang saya bisa di atas lapangan. Dengan begitu, saya akan meraih popularitas yang sama seperti di Indonesia," tandas Egy.
Sanggupkah Egy menjawab tiga kondisi yang berpotensi menjadi ancaman karirnya itu? Biar waktu yang akan menjawabnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
