Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Maret 2018 | 23.06 WIB

Dituduh Otoriter, Jokowi Mengaku Demokrat di Depan SBY

Presiden Jokowi didampingi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka Rapimnas Partai Demokrat, Sabtu (10/3) - Image

Presiden Jokowi didampingi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka Rapimnas Partai Demokrat, Sabtu (10/3)

JawaPos.com - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kode-kode kecil ketika berpidato pada saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang berlangsung di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).


Salah satu kodenya, yakni pengakuannya sebagai demokrat. Pengakuan itu diungkapkan di hadapan para petinggi dan sekitar 11 ribu kader Partai Demokrat. Di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan politisi demokrat lainnya.


"Saya ini seorang demokrat. Kebetulan pula, saya menyampaikan soal ini di hadapan sebelas ribu kader Partai Demokrat yang tengah menghadiri Rapat Pimpinan Nasional partai ini," tulis Jokowi di akun resmi facebooknya @jokowi, Sabtu (10/3).


Ungkapan itu bukan mengartikan bahwa Jokowi adalah kader partai berlambang bintang mercy itu, melainkan demokrat yang dimaksud adalah pemimpin yang menghargai pendapat orang lain, serta tidak menjadikan perbedaan sebagai dasar permusuhan.


Hal ini diungkapkan sebagai jawaban atas kritik yang dialamatkan kepadanya. Pasalnya sekitar Agustus 2017 lalu ada beberapa pihak yang menilai Jokowi sebagai pemimpin otoriter.


"Ciri-ciri demokrat itu bisa menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, dan menghargai perbedaan-perbedaan tanpa menjadikannya sebagai sumber permusuhan," ujar Jokowi.


"Ada yang menyebut diri saya seorang pemimpin otoriter. Saya benar-benar heran, bagaimana bisa? Saya tidak punya potongan sama sekali sebagai seorang otoriter," lanjutnya.


Mantan Wali Kota Surakarta itu dalam kesempatan rapimnas itu juga turut mengajak seluruh elemen partai Demokrat membangun kedewasaan dalam berpolitik, serta lebih meningkatkan lagi etika berpolitik, sehingga tidak saling mencela sesama partai politik maupun sesama kader.


"Mari kita mengisi momentum tahun politik ini, dengan tetap saling menghargai dan menghormati antarkontestan, tidak saling mencela atau mencemooh, atau saling menjelek-jelekkan," imbuh Jokowi.


"Kita saling adu ide, adu program, adu gagasan. Berbeda pendapat itu biasa, tapi harus saling menjunjung tinggi adab ketimuran kita serta sopan santun," tutup Jokowi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore