
Presiden Jokowi didampingi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka Rapimnas Partai Demokrat, Sabtu (10/3)
JawaPos.com - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kode-kode kecil ketika berpidato pada saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang berlangsung di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).
Salah satu kodenya, yakni pengakuannya sebagai demokrat. Pengakuan itu diungkapkan di hadapan para petinggi dan sekitar 11 ribu kader Partai Demokrat. Di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan politisi demokrat lainnya.
"Saya ini seorang demokrat. Kebetulan pula, saya menyampaikan soal ini di hadapan sebelas ribu kader Partai Demokrat yang tengah menghadiri Rapat Pimpinan Nasional partai ini," tulis Jokowi di akun resmi facebooknya @jokowi, Sabtu (10/3).
Ungkapan itu bukan mengartikan bahwa Jokowi adalah kader partai berlambang bintang mercy itu, melainkan demokrat yang dimaksud adalah pemimpin yang menghargai pendapat orang lain, serta tidak menjadikan perbedaan sebagai dasar permusuhan.
Hal ini diungkapkan sebagai jawaban atas kritik yang dialamatkan kepadanya. Pasalnya sekitar Agustus 2017 lalu ada beberapa pihak yang menilai Jokowi sebagai pemimpin otoriter.
"Ciri-ciri demokrat itu bisa menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, dan menghargai perbedaan-perbedaan tanpa menjadikannya sebagai sumber permusuhan," ujar Jokowi.
"Ada yang menyebut diri saya seorang pemimpin otoriter. Saya benar-benar heran, bagaimana bisa? Saya tidak punya potongan sama sekali sebagai seorang otoriter," lanjutnya.
Mantan Wali Kota Surakarta itu dalam kesempatan rapimnas itu juga turut mengajak seluruh elemen partai Demokrat membangun kedewasaan dalam berpolitik, serta lebih meningkatkan lagi etika berpolitik, sehingga tidak saling mencela sesama partai politik maupun sesama kader.
"Mari kita mengisi momentum tahun politik ini, dengan tetap saling menghargai dan menghormati antarkontestan, tidak saling mencela atau mencemooh, atau saling menjelek-jelekkan," imbuh Jokowi.
"Kita saling adu ide, adu program, adu gagasan. Berbeda pendapat itu biasa, tapi harus saling menjunjung tinggi adab ketimuran kita serta sopan santun," tutup Jokowi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
