
Ilustrasi berita hoax
JawaPos.com - Polri terus melakukan penyelidikan terhadap kelompok penyebar berita bohong alias hoax dan ujaran kebencian, Muslim Cyber Army (MCA). Mereka pun berniat untuk menelusuri ada tidaknya aliran dana yang diterima para pelaku untuk memposting konten-konten tersebut di media sosial.
"Itu substansi. Kalau aliran dana, kita pasti kerja sama dengan PPATK. Tapi itu langkah berikutnya," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Jumat (9/3).
Ditanya apakah pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dia mengaku belum. "Baru mau ngomong," imbuhnya.
Sementara itu Wakapolri Komjen Pol Syafruddin meminta semua pihak terutama jajarannya tidak menyebut identitas muslim untuk para pelaku penyebar hoax dan ujaran kebencian. Sebab, yang melakukannya menurut dia adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan bukan mencerminkan seorang muslim.
"Makanya saya perintahkan jajaran Polri untuk jangan lagi menyebut Muslim Cyber Army," tegas dia di Jakarta.
Dia menilai, menyebut kata muslim di kelompok penyebar hoax adalah sebuah penyesatan. "Itu tidak boleh dan saya perintahkan untuk dihentikan," pesannya.
Termasuk para media, dia meminta agar judul berita terkait hal ini tidak menggunakan kata muslim. "Saya tersinggung sebagai muslim," pungkas Syafruddin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
