Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Februari 2018, 08.15 WIB

Harga Cabai Kian Pedas

HARGA NAIK: Pedagang cabai rawit mengeluhkan terus meroketnya harga cabai. - Image

HARGA NAIK: Pedagang cabai rawit mengeluhkan terus meroketnya harga cabai.

JawaPos.com - Tingginya curah hujan yang terjadi di kawasan Malang Raya beberapa hari terakhir rupanya cukup berpengaruh pada hasil panen cabai. Akibatnya, harga salah satu kebutuhan pokok itu pun kian melambung di pasaran.


Sejak dua hari terakhir, harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya di kisaran harga Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.


"Selain cuaca buruk, keterlambatan pengiriman cabai dari distributor ke pasar tradisional juga menjadi penyebab kenaikan harga cabai," ujar Purwati, salah satu pedagang sayuran di Pasar Blimbing Kota Malang, Kamis (22/2). 


Dia mengaku, selama musim penghujan ini harga cabai memang cukup mahal dibandingkan saat cuaca sedang baik. Meskipun harganya sempat turun, namun kini kembali naik signifikan. "Untuk cabai rawit eceran saya terpaksa menjual Rp 6 ribu per ons, sebelumnya hanya sekitar Rp 4 ribu per ons," ungkap Purwati.


"Tidak hanya cabai, harga sayur mayur lainnya juga naik karena gagal panen akibat musim hujan," imbuh wanita 40 tahun ini.


Untuk cabai besar misalnya, harganya kini menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga cabai besar Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan tomat harganya menjadi Rp 10 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 6 ribu per kilogram.


"Meski harganya mahal, kualitas cabai yang saya jual masih bagus dan segar. Ada beberapa pedagang yang menjual cabai dengan harga lebih murah, tetapi kualitasnya kurang bagus," ujarnya.


Dia mengungkapkan, mahalnya sejumlah komoditi sayuran itu pun dikeluhkan konsumen. Akibatnya, konsumen mengurangi kuantitas pembelian. "Biasanya beli setengah kilo, saat ini hanya satu ons," keluhnya.


Sementara itu, Amelia, 26, seorang ibu rumah tangga di Kota Malang juga mengeluhkan kenaikan harga cabai yang terus terjadi sepanjang tahun. "Harga cabai yang mahal memberatkan, karena bagi saya cabai termasuk dalam kebutuhan pokok," kata dia.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, dia pun memilih untuk menerapkan program urban farming alias menanam cabai sendiri di halaman rumah.


Berdasarkan data sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, harga cabai di lima pasar di Kota Malang memang terpantau mengalami kenaikan.


Pada awal Februari lalu, harga cabai rawit berada di angka Rp 28.800 per kilogram. Namun, pada tanggal 14 Februari, harganya naik menjadi Rp 39.600 per kilogram. Selanjutnya, pada tanggal 22 Februari, harga cabai naik tajam menjadi Rp 49.600 per kilogram.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore