Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Februari 2018 | 23.50 WIB

Kata Fadli Zon, Aksi Penyerangan Gereja Dipicu Kegagalan Pemerintah

Polisi memasangi police line usai aksi penyerangan di Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta. - Image

Polisi memasangi police line usai aksi penyerangan di Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta.

JawaPos.com - Rentetan aksi penyerangan terhadap para pemuka agama di sejumlah daerah, menimbulkan keperihatinan dari berbagai pihak.


Terakhir, aksi penyerangan terjadi di Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta.


Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon mengatakan, aksi beringas yang dilakukan oleh oknum yang tidak dikenal itu merupakan bukti kegagalan pemerintah melakukan pembangunan ekonomi.


Menurutnya, saat ini pemerintah harus berubah haluan pembangunan. Semula berorientasi proyek dan mendatangkan investasi secara masif, harus diubah pada aspek pemerataan pembangunan.


“Masyarakat yang selama ini dikesankan ayem, tentrem, tiba-tiba bisa berubah beringas? Benarkah ada masalah dengan toleransi, ataukah ada masalah lain yang bersifat struktural?," kata Fadli kepada JawaPos.com, Selasa (13/2).


Menurut pandangan Fadli, berdasarkan data internalnya, tingkat ketimpangan ekonomi di Yogyakarta saat ini mencapai angka 0,44.


Artinya, masih jauh di atas tingkat ketimpangan ekonomi nasional yang berada di angka 0,39.


Dia menegaskan, biaya hidup di Jogjakarta dari tahun ke tahun pun terus melonjak, bahkan jauh di atas rata-rata kota besar sekitarnya, seperti Solo dan Semarang.


Ditambah lagi lonjakan harga tanah di Jogja juga termasuk yang tertinggi secara nasional, yang membuat banyak warga kini kesulitan memiliki rumah.


"Ini adalah problem struktural. Dan ketimpangan, seperti pengalaman historis kita, adalah jerami kering yang mudah sekali terbakar.” ungkapnya.


Oleh karena itu, kata Fadli, dirinya mengajak untuk menjaga perdamaian bukan sekadar toleransi saja.


Melainkan, masalah ketidakadilan sosial dan ketidakadilan ekonomi yang masih menjadi problem di masyarakat.


“Menciptakan toleransi utamanya merupakan tugas masyarakat, maka menciptakan keadilan sosial terutama adalah tugas pemerintah.” pungkasnya.


Sekadar Informasi, kejadian penyerangan tersebut bermula pada Minggu, (11/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Pelakunya adalah Suliyono (22), warga Krajan RT 02/RW 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur.


Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan, saat itu pelaku masuk dari pintu gereja bagian barat.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore