
Ilustrasi kasus e-KTP
JawaPos.com - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hapsah mengaku membeli mobil Toyota Landcruiser dari sebagian uang proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang diberikan oleh Nazarudin, yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Hal itu diungkapkan Jafar saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsu e-KTP terdakwa Setya Novanto.
"(Mobil) Landcruiser, saya beli itu Rp 1,2 miliar. Kurang lebih Rp 300 juta saya pinjam itu, karena istilahnya tukar tambah," kata Jafar di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (12/2).
Menurut Jafar, saat itu Nazarudin memberikan uang sebesar Rp 970 juta. Namun, dia tidak mengetahui kalau uang tersebut berkaitan dengan proyek e-KTP.
"Dia (Nazarudin) tidak menjelaskan dan tidak dijelaskan, yang saya tahu kas dari partai," papar Jafar kepada jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada saat itu, kata Jafar, dirinya menjabat sebagai wakil Ketua Komisi IV DPR RI. Oleh karena itu, Jafar mengaku tidak mengetahui secara jelas proyek e-KTP lantaran proyek tersebut bergulir di Komisi II DPR RI.
"Tidak pernah, tidak ada kaitannya dengan proyek e-KTP," urai Jafar.
Meski demikian, Jafar menyebut uang yang diberikan oleh Nazarudin sepenuhnya dipakai untuk kegiatan partai, yang memang saat itu tidak diketahui kalau uang tersebut masuk ke dalam proyek e-KTP.
"Ada dana iuran anggota sebesar Rp 5 juta, yang dibebankan oleh 148 anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR," ucap Jafar.
Oleh karena itu, setelah diketahui kalau uang tersebut masuk ke dalam proyek e-KTP, lantas Jafar mengembalikan uang tersebut ke KPK.
"(Kembalikan ke KPK) saya bulatkan menjadi Rp 1 miliar, Rp 970 saya bulatkan menjadi Rp 1 miliar," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
