Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2018 | 02.39 WIB

Buku Kontroversial Tiongkok 'Invasi' Australia akan Diterbitkan

Tiongkok - Image

Tiongkok

JawaPos.com - Sebuah buku kontroversial yang menyebutkan, ada campur tangan Tiongkok dalam masyarakat Australia akan dirilis setelah akhirnya menemukan pernerbit baru.


Sebelumnya, sang penulis Profesor Clive Hamilton mengatakan, ada tiga penerbit yang menolak menerbitkan buku itu sebab ada kekhawatiran akan ada pembalasan dari Beijing.


Tahun lalu salah satu penerbit, Allen & Unwin mencabut rencana untuk menerbitkannya. Hal ini sudah didiskusikan secara luas dan Beijing menyatakan, ini hanyalah histeria.

Penerbit Hardie Grant mengatakan, pihaknya akan merilis buku tersebut yang namanya telah diganti menjadi 'Silent Invasion: China's Influence in Australia' setelah ditulis ulang untuk meminimalkan risiko hukum.


Seperti dilansir BBC, Profesor Hamilton mengatakan, ia sebelumnya telah menyerahkan buku tersebut kepada anggota parlemen Australia untuk mempublikasikannya di bawah hak istimewa parlementer. Langkah seperti itu akan memberikan perlindungan hukum, dan sedang dipertimbangkan oleh komite parlemen.


Hamilton mengatakan, buku tersebut berisi tuduhan tentang usaha rahasia Tiongkok untuk mempengaruhi politik dan masyarakat Australia. Dia tidak merinci tuduhan tersebut.


"Saya sangat bersyukur Hardie Grant memiliki keberanian untuk menerbitkan ini, tidak seperti penerbit lain," katanya seperti dilansir BBC, Selasa, (6/2). Hardie Grant memastikan buku tersebut akan terbit pada bulan Maret.


Tahun lalu, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengumumkan undang-undang baru yang ditujukan untuk melawan campur tangan asing dalam politik Australia. Namun ia menekankan bahwa undang-undang tersebut tidak ditujukan khusus ke Tiongkok.


Tiongkok berulang kali menyatakan, mereka tidak pernah berusaha untuk mempengaruhi masyarakat Australia, khususnya dalam dunia politik dan pendidikan.


"Kami mendesak pihak Australia untuk melihat hubungan Tiongkok-Australia dengan cara yang obyektif, adil dan rasional," kata Juru Bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Australia pada bulan Desember lalu.


Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore