Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 23.23 WIB

Dorong Infrastruktur Komputasi Orbit, Tiongkok Siapkan Kredit Rp 145,6 Triliun untuk Startup Pusat Data Antariksa

Matahari terbit terlihat dari International Space Station (Space News) - Image

Matahari terbit terlihat dari International Space Station (Space News)

JawaPos.com - Tiongkok mempercepat ekspansi dalam perlombaan teknologi global dengan mengucurkan dukungan finansial besar bagi pengembangan pusat data berbasis orbit. Inisiatif ini menandai ambisi untuk menguasai infrastruktur komputasi generasi berikutnya di luar Bumi, sebuah frontier baru yang mulai diperebutkan oleh raksasa teknologi global.

Startup antariksa berbasis Beijing, Orbital Chenguang (Beijing Orbital Twilight Technology Co., Ltd.), mengumumkan telah merampungkan pendanaan tahap awal Pre-A1 pada 20 April. Nilai pendanaan tidak diungkapkan, namun putaran ini melibatkan investor ventura dan industri seperti Haisong Capital, CITIC Construction Investment Capital, hingga Kunlun Capital.

Dilansir dari SpaceNews, Jumat (24/4/2026), perusahaan tersebut juga mengamankan fasilitas kredit strategis senilai 57,7 miliar yuan atau sekitar Rp 145,6 triliun (dengan kurs Rp 2.538 per yuan) dari 12 lembaga keuangan utama, termasuk Bank of China dan Agricultural Bank of China. Skala pembiayaan ini menunjukkan dukungan institusional yang kuat terhadap ambisi Tiongkok dalam membangun ekosistem komputasi berbasis antariksa.

Namun, fasilitas kredit ini pada dasarnya merupakan potensi pembiayaan, bukan dana yang langsung dicairkan. Meski begitu, keterlibatan bank-bank besar menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan bagian dari strategi nasional yang lebih luas.

Orbital Chenguang sendiri merupakan hasil inkubasi Beijing Astro-future Institute of Space Technology, lembaga yang didukung pemerintah kota Beijing dan administrasi Zhongguancun Science Park. Konsorsium ini melibatkan 24 organisasi lintas industri, mencerminkan pendekatan terintegrasi antara sektor negara dan komersial.

Direktur lembaga tersebut sekaligus kepala ilmuwan Orbital Chenguang, Zhang Shancong, menekankan urgensi pendekatan ini. Dia menyatakan, "Pusat data berskala besar telah berkembang pesat di seluruh dunia, tetapi pertumbuhan lebih lanjut menghadapi hambatan besar, termasuk penggunaan lahan yang berat, konsumsi energi yang melonjak, dan keterbatasan pendinginan atmosfer."

Sebagai solusi, proyek ini menargetkan pembangunan konstelasi satelit di orbit senja-fajar pada ketinggian 700–800 kilometer. Orbit ini memungkinkan pasokan energi surya yang nyaris tanpa jeda serta pendinginan pasif dari lingkungan antariksa, sehingga secara teoritis mampu mengatasi keterbatasan pusat data di darat.

Rencana jangka panjangnya ambisius. Pada fase awal 2025–2027, fokus diarahkan pada pengembangan teknologi inti dan peluncuran konstelasi komputasi pertama. Selanjutnya, periode 2028–2030 akan mengintegrasikan pemrosesan data berbasis Bumi dengan komputasi orbit. Target akhirnya adalah pusat data antariksa berkapasitas lebih dari 1 gigawatt pada 2035.

Di sisi lain, tantangan teknis tetap signifikan, terutama dalam pengelolaan panas dan transmisi data. Selain itu, biaya peluncuran dan pengembangan sistem menjadi faktor ekonomi krusial yang belum sepenuhnya terpecahkan.

Langkah Tiongkok ini juga selaras dengan strategi korporasi antariksa nasional CASC, yang dalam rencana lima tahunnya mengusulkan infrastruktur komputasi orbit berskala gigawatt dengan arsitektur cloud-edge-terminal terintegrasi. Ini memperlihatkan bahwa proyek Orbital Chenguang bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem besar yang terkoordinasi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore