
Ilustrasi jnazah korban Crane Maut Jatinegara.
JawaPos.com - Keempat jenazah korban crane maut pembangunan Double Double Track (DDT) jalur kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur telah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Seluruh korban diantar menggunakan mobil ambulan Rumas Sakit (RS) Polri Jakarta Timur.
Jenazah diserahkan setelah dilakukan otopsi oleh tim forensik RS Polri. Keluarga korban juga telah melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan seperti fotocopy Kartu Keluarga (KK), serta dokumen ahli waris lainnya.
Dari pantauan JawaPos.com, jenazah pertama yang keluar dari ruang mayat merupakam jazad Dami Prasetyo asal Purworejo, Jawa Tengah. Korban dimasukan kedalam peti mayat berwarna coklat.
Jasad Kedua atas nama Joni Fitriyanto asal Purworejo, Jawa Tengah, disusul kemudian dengan jasad Jana Sutisna warga desa Ciburui Kabupaten Bandung Barat dan terakhir Jainudin asal Karawang, Jawa Barat.
Pengembalian jenazah ini dilakukan sekitar pukul 19:35 WIB. Kepala Forensik RS Polri, Edi Purnomo menyebut, pengantaran jasad ini telah memenuhi prosedur yang berlaku.
"Diberitakan malam ini jam 19:35 jenazah korban kecelakaan crane di Jatinegara, kita berangkatkan ke keluarga masing-masing, dua kearah Purworejo Jateng, satu Bandung, Jabar, satu orang lagi ke Karawang Jabar, semua sudah sesuai prosedur untuk dikembalikan ke keluarga." ungkap Edi di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu malam (4/2).
Pemulangan jenazah ini juga tak lepas dari keterlibatan PT Hutama Karya selaku kontraktor pemegang proyek DDT, selain itu BPJS Ketenagakerjaan juga ikut andil dalam proses ini.
Edi menerangkan, saat dipulangkan seluruh jenazah sudah dilengkapi dengan surat kematian serta dokumen identifikasi dari forensik RS Polri.
"Dokumennya surat kematian serta surat identifikasi bahwa korban telah diidentifikasi," imbuh Edi.
Terkait luka-luka pada tubuh korban, tim forensik juga berupaya mengembalikan jasad dalam keadaan sebaik mungkin. Seperti korban yang kakinya putus, berhasil disambungkan lagi. Hal ini dimaksudkan agar membantu proses pemakaman korban.
"Prinsipnya kita mengembalikan ke keluarga sebisa mungkin, sesempurna mungkin, supaya bisa dimakamkan dengan baik, luka-luka yang di kepala, luka-luka yang di tangan, di badan, kita kembalikan kita jahit kita perbaiki senormal mungkin. (Kaki putus) Iyah disambung lagi," pungkas Edi.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
