
PLT Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kemenkominfo Noor Iza saat konferensi pers terkait aplikasi LGBT di Jakarta, Senin (29/1).
JawaPos.com – Aplikasi Blued mendadak menjadi sorotan. Bukan tanpa alasan, aplikasi itu menjadi perbincangan masyarakat lantaran konten yang disajikan di dalamnya memuat kegiatan kaum beraroma Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT).
Sontak aplikasi tersebut menuai banyak kecaman. Masyarakat pun meminta pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk aktif menindaklanjuti aplikasi meresahkan itu.
PLT Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenkominfo Noor Iza mengaku pihaknya telah menindaklanjuti aduan tersebut. Buntutnya, telah meminta Google untuk memblokir jejaring sosial berbau LGBT, Blued, dari platform Google Play Store per 28 Januari 2018. “Kami umumkan ke teman-teman media bahwa aplikasi Blued sudah tidak lagi bisa diakses melalui Play Store di Indonesia,” jelasnya dalam Konferensi Pers terkait aplikasi LGBT di Jakarta, Senin (29/1).
“Google sudah take down tiga Domain Name System (DNS) dari tiga aplikasi Blued yang di-take down untuk Indonesia. Kita sampaikan kepada Google agar aplikasi tersebut diblokir dan Sejak pukul 00.30 dini hari Minggu (28/1) kemarin, aplikasi Blued sudah tidak tampil dan tidak mungkin diunduh lagi melalui Play Store untuk Indonesia,” jelas Noor Iza.
Aplikasi Blued memang telah diblokir Kementerian yang digawangi oleh Rudiantara tersebut. Namun, pantauan JawaPos.com, aplikasi lain yang terindikasi sama dengan Blued yakni yang memfasilitasi kaum LGBT masih banyak ditemukan di Google Play Store. Jika menggunakan kata kunci 'Gay', maka masih tampak aplikasi tak pantas itu bisa diunduh di layanan milik raksasa pencarian Google.
Menanggapi hal tersebut, Noor Iza mengatakan bahwa saat ini Kemenkominfo masih terus berusaha dan menyisir konten-konten, situs maupun aplikasi yang meresahkan masyarakat itu agar secepatnya dihapus.
“Ini keresahan kita bersama. Saya pun resah dengan hal ini. Namun sayangnya peraturan yang ada, belum bisa menyentuh hal tersebut secara sangat dalam. Kepada Google misalnya, kita tidak bisa langsung meminta mereka menutup atau memblokir aplikasi-aplikasi tak senonoh tersebut. Karena aturannya belum jelas. Semetara kalau ada temuan pelanggaran norma agama, pornografi, kesusilaan, dan adat istiadat seperti Blued ini baru kita bisa suruh Google untuk tutup aplikasi tersebut. Yang lain menyusul,” terang Noor Iza.
Dari 73 aplikasi yang diminta untuk dihentikan, 14 di antaranya telah dihentikan termasuk Blued. Sayangnya, Noor tidak merinci aplikasi apa saja yang telah ditutup.
Selain itu, aplikasi Blued juga masih bisa diakses melalui Apps Store milik Apple. Noor Iza berkilah bahwa aplikasi yang berjalan di sistem operasi iOS itu juga seharusnya diblokir. Ketika ditanya sudah sejauh mana proses dengan Apps Store, dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan awak media.
“Saya belum tahu, seharusnya kan disurati juga itu Apps Store. Kalau di Android sudah tidak bisa diakses, harusnya di iOS juga tidak. Nanti kita tindaklanjuti lagi,” pungkasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
