Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2018 | 01.03 WIB

Hasto Menangis, Pengamat: PDIP Biasanya Tidak Cengeng

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di depan rumah Megawati Soekarnoputri - Image

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di depan rumah Megawati Soekarnoputri

JawaPos.com - Tangisan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai menemui Megawati Soekarputri di Teuku Umar, Jakarta pada Sabtu (6/1), mendapatkan tanggapan dari sejumlah kalangan.


Apalagi tangisan itu terkait mundurnya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur Jatim dari PDIP untuk Pilkada serentak 2018.


Menurut Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Jayabaya Lely Arrianie, selama ini PDIP merupakan parpol yang tegar dan kuat dalam menghadapi berbagai tekanan. Bahkan, setelah masa reformasi hampir semua politisi PDIP yang terpilih saat itu pernah dizalimi.


"Semua peristiwa itu sebenarnya menggambarkan PDIP tidak cengeng, berbeda dengan partai lainnya dalam hal apapun selalu mengeluh," kata Lely saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (6/1).


Dengan adanya tangisan Hasto dan bahkan Sekjen PDIP itu mengaku, Megawati juga ikut menangis atas keputusan Abdullah Azwar Anas yang mengembalikan mandat sebagai calon wakil gubernur Jatim, maka hal tersebut sebuah keanehan dalam sebuah partai berlambang kepala banteng.


Lely menduga, PDIP tengah mengalami suatu hal yang luar biasa dan tidak bisa diungkapkan kepada publik, sehingga mereka terpaksa mengekspresikan itu dengan tangisan.


"Dalam agenda politik apapun semua kandidat akan dikeluarkan semua boroknya. Tapi kan biasanya darah saja yang keluar bisa mereka tahan," pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore