
Edisi terakhir koran harian Joglosemar
JawaPos.com - Kuburan media sepertinya layak disandang oleh Kota Bengawan ini. Pasalnya sudah cukup banyak media cetak yang harus gulung tikar di Kota Solo. Dan yang terakhir adalah Koran Harian Joglosemar.
Setelah sepuluh tahun meramaikan ragam informasi Kota Solo dan sekitarnya, mulai awal tahun 2018 mendatang, koran harian yang dimiliki oleh pengusaha percetakan dan penerbitan S. Haryadi ini resmi tutup. Koran Harian Joglosemar, terbit terakhir Sabtu (30/12).
Informasi mengenai tutupnya koran harian yang berdiri sejak tahun 2007 silam ini memang sudah lama terdengar. Bahkan sejak sebulan terakhir, kabar tersebut sudah menyebar. Tidak hanya di Kota Solo, tetapi kabar tersebut sudah sampai di beberapa kota lainnya.
Selama ini, Harian Joglosemar memang sudah beberapa kali nyaris gulung tikar. Tetapi, masih mampu bertahan sampai saat ini.
Tetapi gencarnya perkembangan teknologi memaksa keberadaan media cetak memang seperti di ujung tanduk. Lambat laun, media cetak memang sudah tak lagi diminati. Karena pembaca lebih memilih membaca berita melalui internet.
"Sekarang ini internet memang seolah menjadi panglima dalam kehidupan masyarakat. Dari yang bersifat global sampai yang bersifat individual," terang GM Harian Joglosemar, Anas Syahirul.
Pria yang ikut melambungkan nama Joglosemar tersebut menambahkan, dengan gambaran tersebut sudah bisa dilihat mengenai menurunnya minat membaca masyarakat secara drastis.
Hadirnya teknologi informasi dalam wujud internet telah membalikkan keadaan. "Sampai saat ini memang sudah ada beberapa media cetak yang sudah angkat bendera putih. Dan ramalan para pemikir tentang media cetak yang akan sampai titik akhir memang semakin menjadi kenyataan. Dan Joglosemar menjadi salah satu media cetak yang ikut merasakan imbasnya," tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua PWI Kota Surakarta ini.
Anas juga mengatakan, selama ini sudah terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat tentang informasi ke arah digital. Dan media cetak sudah mulai ditinggalkan. Dampaknya pertumbuhan iklan juga terus menyusut. "Maka mulai meninggalkan edisi cetak dan direncanakan online," tandas Anas.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
