Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Desember 2017 | 16.05 WIB

Sadapan Liar Berujung Angket, Hingga Duka PKS di Awal Februari

Ketua MUI Maruf Amin - Image

Ketua MUI Maruf Amin

JawaPos.com - Februari 2017, merupakan bulan pesta politik yang membahagiakan untuk masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi bulan berduka untuk dunia perpolitikan. 


JawaPos.com telah merangkum beberapa catatan penting yang terjadi sepanjang Februari 2017, mulai dari drama politik Hak Angket Atas Dugaan Penyadapan SBY.  


Polemik itu bermula ketika, persidangan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok saat mendengarkan saksi atas ketua majelis ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin rupanya berbuntut panjang.


Pasalnya, dalam persidangan itu, kuasa hukum Ahok dan sang terpidana menuduh Ma'ruf Amin dan mantan keenam presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menjalin komunikasi melalui telepon untuk mengeluarkan fatwa atas kasus yang menyeruak, yakni penistaan agama.


Dalam persidangan itu, kuasa hukum Ahok berusaha meyakinkan Ma'ruf bahwa dirinya mempunyai bukti otentik percakapan yang dilakukan dirinya dengan SBY.


Tidak terima pemimpinnya disadap, wakil ketua fraksi partai Demokrat, Benny K. Herman lantas menggalang dukungan anggota fraksi di DPR untuk melayangkan hak angket pada (3/2/2017).


Sebab menurutnya, tindakan penyadapan yang dilakukan kepada pemimpinnya itu illegal dan meresahkan. Di sisi lain, tindakan itu juga merupakan pelanggaran atas undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE).


Menanggapi hal itu, rupanya usulan hak angket itu justru sepi peminat. Diketahui, anggota fraksi dari partai pendukung pemerintah seperti PDIP, Hanura, NasDem menentang usulan tersebut. Sedangkan lainnya masih menunda keputusan itu.


Di bulan ini juga, Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho tutup usia. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada (6/2/2017) di rumah sakit cipto mangunkusumo (RSCM).


Pakar ekonomi syariah ini harus menyerah atas komplikasi penyakit yang sudah lama dideritanya selama ini. Taufik wafat dengan meninggalkan satu orang istri dan tujuh orang anak.


Jenazah Taufik telah dimakamkan di pesantren Lampu Iman, Jalan Dr Taruno, Adiyarsa, Karawang Barat, Jawa Barat.


Kabar duka ini lantas membuat sejumlah tokoh nasional dan politisi di Indonesia ikut berduka. Sebab, Taufik dinilai sosok yang pantang menyerah dan dikenal dekat dengan semua orang.


Dalam karir politiknya, Taufik sempat mengisi kursi orang nomor dua di PKS menggantikan Anis Matta, sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri lantaran sakit.


Sebelum meninggal dunia, Taufik sempat mengucapkan kata terakhirnya kepada salah satu kader PKS, Mardani. Menurutnya, Taufik meminta maaf kepada seluruh kader PKS apabila selama ini hanya membuat malu.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore