Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Desember 2017 | 01.11 WIB

Ray Sindir Prabowo yang Suka Milih Figur Nonparpol, Begini Katanya

Prabowo saat bersama Sudirman Said usai mengumumkan Cagub yang didukung Gerindra untuk Pilgub Jateng 2018. - Image

Prabowo saat bersama Sudirman Said usai mengumumkan Cagub yang didukung Gerindra untuk Pilgub Jateng 2018.

JawaPos.com - Keputusan Partai Gerindra dalam memilih figur yang didukungnya di Pilkada serentak 2018 selalu menuai kontroversi. Selain kerap memilih sosok yang kurang populis, partai berlambang burung garuda ini juga kerap kali mendukung figur nonpartai.


Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti mengatakan, sebagai partai yang telah 13 tahun berdiri, Gerindra seolah acuh atas sistem pengkaderan yang selama ini telah dijalankan di internal partainya.


“Ini kan akan mematikan generasi di lingkungan partai, lebih dari itu partai seperti tidak memiliki mekanisme reward kepada kader yang telah memiliki kontribusi cukup di partai politik," kata Ray di D Hotel, Jakarta, Selasa (26/12).


Menurut pandangan Ray, saat ini Partai Gerindra hanya mempertimbangkan ambisinya untuk memenangkan kursi gubernur di sejumlah provinsi yang tahun depan akan menggelar pilgub. 


Sebab, kata Ray, dominasi kekuasaan di daerah akan memuluskan langkah Prabowo Subianto untuk menggantikan presiden Joko Widodo sebagai presiden di Pilpres 2019.


"Tujuan pemilu itu kan bukan sekadar kalah dan menang, tapi sirkulasi generasi itu juga penting, sehingga tidak memunculkan keputusasaan di internal partai politik, baik di pusat ataupun daerah," ungkapnya.


Diketahui, partai Gerindra baru-baru ini telah menunjuk mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said untuk maju pada Pilkada Jatim 2018. Keputusan itu tentu saja sekaligus memupus harapan kader Gerindra Ferry Julianto yang sebelumnya akan digadang-gadang sebagai cagub Jateng.


Bahkan sebelumnya, partai besutan Prabowo ini juga secara mengejutkan mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2017. Keputusan itu sempat kontroversial karena saat itu mantan Rektor Paramadina itu baru saja didepak dari kabinet Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore