
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin Rapim Kemhan-TNI pada Senin (19/1). (Instagram Sjafrie Sjamsoeddin)
JawaPos.com - Nama Sjafrie Sjamsoeddin muncul dalam bursa calon presiden (capres) 2029 dinilai menghadirkan dinamika baru dalam peta politik nasional. Namun, peluang Sjafrie untuk dipasangkan dengan Prabowo Subianto dinilai tergolong kecil.
Pengamat politik Ray Rangkuti, menilai kecilnya peluang tersebut karena keduanya memiliki latar belakang sebagai purnawirawan TNI menjadi pertimbangan utama.
"Masuknya Pak Sjafrie ke bursa capres 2029 itu sebenarnya agak sulit ya dipasangkan dengan Pak Prabowo. Rasanya enggak mungkin ada dua orang TNI dipasangkan bersama-sama," ujar Ray saat dihubungi wartawan, Rabu (18/2).
Baca Juga: Como Hampir Tumbangkan AC Milan di San Siro, Cesc Fabregas Puji Performa I Lariani Hadapi Raksasa Serie A
Menurutnya, dengan keduanya memiliki latar belakang militer yang sama berpotensi menimbulkan resistensi, baik di internal elit politik dan juga masyarakat.
Dia menuturkan terdapat pertimbangan jika Sjafrie tetap masuk ke dalam kontestasi bursa capres 2029, yaitu jika dipasangkan dengan Prabowo, komposisi itu dinilai kurang ideal karena kesamaan latar belakang. Selain itu, jika Sjafrie tidak bersama Prabowo, maka situasi tersebut dapat dibilang sebagai 'perlombaan' pada pemilih yang relatif sama.
"Kalau dia tidak dengan Pak Prabowo, itu sepertinya kayak perlombaan di bursa yang sebenarnya sama," ucapnya.
Dia juga menyebut potensi dinamika subjektif di antara elite dengan masuknya nama baru bisa saja dipandang sebagai peluang strategis, namun juga bisa dianggap sebagai ancaman politik.
Baca Juga: Catat Nih! 5 Rute Tol Paling Efisien Jakarta–Semarang untuk Mudik Lebaran 2026, Biar Nggak Terjebak Macet
"Bisa saja Pak Prabowo melihat ini peluang, atau sebaliknya melihat ini semacam ancaman," tambahnya.
Di sisi lain, Ray mengakui bahwa semakin banyaknya nama yang masuk bursa capres memberi keuntungan bagi publik. Menurutnya, masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan pilihan politik.
Beberapa nama yang disebutnya menonjol dalam bursa capres 2029 seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono.
Namun, dia menyatakan tantangan terbesar justru bukan pada figur capres, melainkan pada pencarian pasangan calon wakil presiden (cawapres). "Kesulitan kita itu adalah wapresnya siapa? Selain Prabowo siapa?" tegasnya.
Sebelumnya, Hasil survei terbaru lembaga Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, sejumlah gubernur, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Peneliti IPI Abdan Sakura mengungkapkan, munculnya para wajah baru tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor mempengaruhi elektabilitas mereka, seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi-misi dan program kerja.
Baca Juga: Kerinduan Ramadhan di Istiqlal: Menikmati Syahdu Ibadah Rasa Makkah-Madinah di Jantung Jakarta
Dia mencontohkan, empat indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie berupa kepemimpinan dan ketokohannya pada angka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen, serta integritas 10 persen.
"Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral," ujar Abdan.
Menurutnya, celah tersebut membuka ruang bagi dinamika politik baru, terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya "pemain utama".
Sementara itu, dirinya menyebutkan rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menegaskan popularitas semata tidak lagi cukup di tengah pemilih yang semakin rasional dan kontekstual.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022