Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2017 | 21.33 WIB

Makin Gila, Netanyahu Siap Sambut Kedutaan Guatemala di Yerusalem!

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu - Image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Guatemala pada Senin, (25/12) karena negara tersebut memutuskan untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.


Dalam sebuah unggahannya di Facebook pada hari Minggu, Presiden Guatemala Jimmy Morales mengatakan, ia telah memilih untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem setelah berbicara dengan Netanyahu. Saat dilakukan pemungutan suara di Majelis Umum PBB untuk membuat Resolusi Yerusalem, Guatemala termasuk negara yang pro-AS dan Israel.


"Tuhan memberkati Anda, temanku, Presiden Jimmy Morales. Tuhan memberkati kedua negara kita, Israel dan Guatemala," kata Netanyahu dalam sebuah pertemuan mingguan Parta Likud di Parlemen, Selasa, (26/12).


Guatemala dan Honduras adalah dua dari segelintir negara yang bergabung dengan Israel dan AS yang akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. AS merupakan sumber bantuan penting bagi Guatemala dan Honduras.


Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan ke negara-negara yang mendukung resolusi PBB pada Kamis lalu.


Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al Maliki mengatakan, Morales menyeret negaranya kepada hal yang salah. Apalagi hukum internasional menilai pemindahan kedutaan ke Yerusalem bertentangan dengan hukum internasional.


Pemindahan kedutaan ke Yerusalem merupakan langkah yang ilegal. Sebab PBB melalui Resolusi Yerusalem telah membatalkan pengakuan AS kalau Yerusalem jadi Ibu Kota Israel.


Duta Besar Israel untuk Guatemala, Matty Cohen mengatakan, tidak ada tanggal yang pasti tentang pemindahan kedutaan tersebut. Tapi ia menegaskan bahwa itu akan terjadi setelah AS memindahkan kedutaannya sendiri ke Yerusalem.


Pejabat AS mengatakan, langkah pemindahan kedutaan tersebut akan memakan waktu setidaknya dua tahun. Status Yerusalem adalah salah satu hambatan paling kuat dalam kesepakatan damai Israel-Palestina.


Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka. Masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem di mana terdapat situs suci Islam, Yahudi, dan Kristen.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore