Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2017 | 11.39 WIB

272 Batik Tulis Hasil Tata Busana SMK di Gunungkidul Menanti Pembeli

Hasil karya batik siswa SMKN2 Gedangsari Kabupaten Gunungkidul yang kini dijual juga di online shop. - Image

Hasil karya batik siswa SMKN2 Gedangsari Kabupaten Gunungkidul yang kini dijual juga di online shop.

JawaPos.com - SMKN 2 Gedangsari Kabupaten Gunungkidul mendidik siswanya lebih produktif. Sekolah di perbatasan dengan Kabupaten Klaten Jawa Tengah itu setiap satu semester mampu memproduksi 272 hasil batik tulis yang siap dijual untuk khalayak umum.


Kepala Jurusan Tata Busana SMKN 2 Gedangsari Yuni Sriwahyuni mengatakan, murid-muridnya yang di jurusan tata busana sebanyak 272 siswa. Dalam satu Minggu diberikan mata pelajaran tata busana selama 2 jam untuk memproduksi kain batik tulis.


Dari hasil itu kemudian dijualnya di galeri yang ada di sekolah serta ditawarkan melalui online shop di website sekolah, 'shop.smknroges.sch.id'. Dihargai kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. "Karena ini batik tulis, jadi harga agak lebih mahal. Website ini memang belum sempurna, tapi kami coba untuk melengkapi," kata Yuni dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (25/12).


Pemberdayaan agar lebih produktif sejak masa sekolah ini dilakukan, untuk meningkatkan potensi daerah yang ada. Yang memang wilayah di Kecamatan Gedangsari banyak buruh batik di sebuah pabrik yang ada di Surakarta. "Ibu-ibu banyak yang buruh batik, di Gedangsari juga banyak industri-industri kecilnya," ujarnya.


Tak tanggung-tanggung, pengembangan potensi lokal ini juga masuk dalam motif batik itu sendiri. Yaitu menggunakan gambar gedhang (pisang) buah khas Gedangsari dan walang (belalang) hewan yang banyak ditemukan di Gunungkidul.


Diharapkan dari pendidikan yang diterima para siswanya ini, mereka bisa lebih mandiri selepas lulus dari sekolah. Tak perlu mengadu nasib keluar kota atau mencari pekerjaan yang lainnya. "Jadi seperti eskalator di sekolah kami itu. Ada SD yang mata pelajarannya batik, SMP ada, dan SMK kami juga berikan batik," pungkasnya.


Sekolah ini merupakan salah satu dari beberapa binaan PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra–Michael D. Ruslim (YPA-MDR). Upaya ini merupakan bentuk penyiapan sumber daya manusia yang mampu menciptakan perekonomian kreatif. "Menjadikan Gedangsari sebagai daerah sentra industri sesuai potensi unggulan daerahnya, yaitu batik," kata Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore