Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Desember 2017 | 20.00 WIB

Besuk Ayahnya di Hari Natal, Anak Setya Novanto Diam Seribu Bahasa

Dwina Michaella, putri Setya Novanto usai keluar dari Rutan KPK Senin (25/12) - Image

Dwina Michaella, putri Setya Novanto usai keluar dari Rutan KPK Senin (25/12)

JawaPos.com - Momentum Hari Natal banyak digunakan sejumlah keluarga tersangka atau terdakwa kasus dugaan korupsi, untuk membesuk anggota keluarganya yang sedang ditahan KPK. Sebab selain menyiapkan tempat khusus Misa Natal bagi tahanan yang beragam Nasrani, hari ini Senin (25/12), KPK membuka jam kunjungan keluarga hari libur nasional, mulai pukul 10.00 WIB -13.00 WIB.


Di antara puluhan keluarga tersangka atau terdakwa tersebut, salah satunya yang memanfaatkan waktu kunjungan keluarga di Hari Natal itu adalah Dwina Michaella dan Rheza Herwindo, anak dari terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto.


Pantauan JawaPos.com, Dwina datang terlebih dahulu, yakni sekitar pukul 08.55 WIB. Saat datang, Dwina menggunakan kaos warna hijau dipadu celana hitam sembari menenteng makanan. Namun, ketika dihampiri wartawan, usai membesuk ayahnya, Dwina langsung mengunci mulutnya, meski hanya ditanya perihal makanan apa yang dibawa untuk ayahandanya di Hari Natal ini.


Seolah ingin kompak dengan Dwina, Putra Novanto Rheza Herwindo juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan adiknya. Awalnya, Rheza yang datang sekitar pukul 10.50 WIB bersama istrinya, langsung  bergegas masuk ke lobi gedung untuk mendaftarkan diri sebagai pembesuk ke bagian respsionis.


Usai mendaftarkan diri, Rheza sempat keluar dijemput koleganya dengan mobil. Namun beberapa menit kemudian, dia datang kembali ke gedung lembaga antirasuah untuk menemui ayahnya yang sedang ditahan di Rutan yang terletak di belakang gedung merah putih ini.


Sebelumnya, nama dua anak Novanto muncul dalam dakwaan bersamaan dengan ibu tirinya, Deisti Astriani Tagor serta pamannya, Irvanto Hendra Pambudi terkait kepemilikan PT Murakabi Sejahtera.


PT Murakabi Sejahtera merupakan salah satu konsorsium yang disiapkan Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong Cs untuk mengikuti tender proyek e-KTP tahun 2011. Perusahaan itu dijadikan pendamping Konsorsium PNRI yang sudah dipastikan memegang proyek e-KTP.


Dalam surat dakwaan, PT Murakabi Sejahtera merupakan milik Novanto melalui Irvanto, Deisti, dan Rheza. Yakni dengan cara Irvanto membeli saham PT Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan.


Karenanya, Irvanto dapat menggantikan posisi Vidi Gunawan yang merupakan Adik Andi Agustinus sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera, untuk kemudian diikutsertakan ke konsorsium lelang PNRI.


Selanjutnya Deisti dan Rheza membeli sebagian besar saham PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan holding dari PT Murakabi Sejahtera. Deisti memiliki 50 persen, sedangkan Rheza memegang 30 persen saham perusahaan itu. Sementara Dwina menjabat sebagai Komisaris PT Murakabi.


Supaya bisa ikut tender proyek e-KTP dan memenangkan konsorsium PNRI, PT Murakabi Sejahtera sengaja memasukkan jasa usaha pembuatan ID card. Padahal sebelumnya, jasa tersebut tidak ada di Murakabi.


Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore