
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Persekusi yang dialami Ustad Abdul Somad saat berdakwah di Denpasar, Bali akhir pekan lalu menyorot perhatian semua lapisan, termasuk wakil rakyat di DPR.
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati mengaku sedih dan geram atas persekusi yang dialami ustad Abdul Somad saat berdakwah di Bali. Peristiwa ini melengkapi sejumlah kasus penolakan terhadap pihak yang dituding anti-NKRI dan Antikeragaman.
"Aparat kepolisian harus menegakkan hukum dan mengusut siapa pelaku persekusi terhadap Ustad Somad tersebut," ujar Reni dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (11/12).
Lebih jauh Anggota Komisi X DPR itu mengungkapkan, peristiwa itu telah menunjukkan tindakan yang tidak beradab dan sama sekali, tidak mencerminkan adab warga Bali yang dikenal santun, terbuka, dan toleran.
"Sebab faktanya tokoh-tokoh adat Bali justru terbuka menerima Ustad Somad. Oknum-oknum yang merusak kenyamanan Bali dan Republik Indonesia ini harus ditegakkan hukum terhadap mereka," katanya.
Menurutnya, persoalan yang terjadi di Bali telah menjadi fenomena di tengah masyarakat. Hal itu sungguh merisaukan yang secara tegas dalam konstitusi sebagai negara hukum. Masyarakat sipil berlagak seperti aparat penegak hukum. Kelompok partikelir menampilkan diri sebagai lembaga resmi negara yang bertugas menegakkan aturan publik.
"Fenomena ini harus dihentikan. Tidak boleh lembaga swasta bertindak layaknya lembaga negara," katanya.
Padahal Umat Islam Indonesia dalam sejarah juga menjadi tulang punggung perjalanan republik ini. Umat Islam mengenal konsepsi persaudaraan yang luhur yakni persaudaran keislaman, persaudaraan kebangsaan, dan persaudaraan kemanusiaan.
"Jadi ketiga konsep persaudaran itulah yang turut serta memberi kontribusi bagi kemajuan NKRI dari sebelum kemerdekaan hingga saat ini," pungkasnya.
Sebelumnya, ada gerombolan oknum preman yang tergabung dalam ormas tertentu memprotes kehadiran Ustad Abdul Somad. Mereka melarang ulama lulusan Maroko itu safari dakwah di Bali.
Di sisi lain, Abdul Somad dalam penjelasannya, ketika dia berdakwah turut hadir Raja Bali Ida Cokorda Pemectutan XI. Bahkan sambutan dari jamaah di Denpasar saat dia berceramah begitu ramai. Video kemeriahan itu viral di media sosial (medsos). Termasuk juga video penyerangan yang banyak mendapat kecaman dari netizen.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
