Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2017 | 12.55 WIB

Dituding Anti-NKRI, Ustad Abdul Somad Beberkan Fakta Sebaliknya

Ustad Abdul Somad - Image

Ustad Abdul Somad

JawaPos.com - Penolakan terhadap dai kondang Ustad Abdul Somad cukup mengagetkan publik. Ustad Somad selama ini dikenal sebagai pendakwah kesayangan umat. Dakwahnya yang mencerahkan, ditambah guyonan khasnya membuat alumnus Al Azhar Kairo Mesir itu menjadi primadona.


Bahkan, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar serta Menpora Imam Nahrawi menyebut Abdul Somad sebagai dai favorit mereka.


Tudingan Ustad Somad sebagai orang yang anti-NKRI pun jelas sangat mengada-ada. Ketika ceramah di Masjid An Nur, Denpasar, Bali, Jumat malam (8/12), pria yang pernah menimba ilmu di Darul Hadist Maroko itu menceritakan tentang kecintaannya kepada NKRI.


Ya, sekembalinya merantau dari Benua Afrika, Abdul Somad lantas ingin mengabdi menjadi dosen perguruan tinggi negeri di Riau, Pekanbaru.


Dia pun ikut sejumlah rangkaian tes, salah satunya mengenai kecintaan dan kesetiaan pada NKRI.


Bahkan, dua kali dalam setahun, dirinya berkunjung ke desa-desa terpencil di pelosok untuk berdakwah. "Dan bersama masyarakat pedalaman saya mengibarkan bendera merah-putih," tegas Ustad Somad yang langsung disambut gemuruh para jamaah, dilansir RMOL.co (JawaPos Grup), kemarin (10/11).


Pada bagian awal ceramahnya, Ustad Somad mengatakan bahwa dirinya tidak percaya masyarakat Bali menolak kehadirannya. Kalau pun ada, itu adalah oknum yang tidak mendapatkan informasi yang benar.


"Internet ini sarang isu. Tapi karena internet juga masyarakat Muslim Bali mengenal saya. Jadi sikap saya pada internet ini benci tapi rindu. Mau dirindu, dia penyebar isu. Mau dibenci, masyarakat kenal kita karena dia," ujar Ustad Somad.


"Maka jalan tengahnya adalah tabayyun. Diambil dari kata bayan, (yang artinya) jelas. Maka kalau ada info yang tidak jelas, mari minta kejelasannya," sambung dia lagi.


Dengan demikian, saat muncul isu yang mengatakan dirinya ditolak di Bali karena anti-NKRI dan radikal, Ustad Somad tidak percaya.


"Jadi kalau ada isu saya anti kebinekaan, anti-NKRI, ini pasti dibuat oleh orang yang tidak punya paket (data untuk akses internet)," demikian Abdul Somad disambut tawa jemaah yang menghadiri ceramahnya itu.


Sebelumnya diberitakan, sejumlah organisasi masyarakat di Bali yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) berunjuk rasa di depan Hotel Aston, Denpasar.


Massa, yang membawa senjata tajam seperti parang, meminta agar Ustad Somad diusir dari Bali. Massa awalnya hanya disilakan berunjuk rasa di depan hotel tetapi kemudian merangsek masuk. Polisi terpaksa memediasi perwakilan massa dengan pihak panitia.


Namun mediasi buntu. Kelompok demonstran meminta Ustad Somad mengikrarkan janji sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah Alquran yang akhirnya dipenuhi.


Tapi tuntutan lain terus datang dari demonstran. Begitu negosiasi buntu, Ustad Somad dilarikan ke kamar hotel, sementara massa di luar hotel merangsek ke dalam ruang pertemuan.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore