Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2017 | 23.01 WIB

Hari Anti Korupsi, Apa Kabar Novel Baswedan?

Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos) - Image

Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com - Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) pada 9 Desember 2017 ini menjadi berbeda bagi Rina Emilda, istri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.


Emil—sapaan akrabnya—senantiasa berdoa suaminya diberikan kesembuhan sedia kala setelah kedua matanya disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu.


Pada Rabu, 6 Desember lalu, Novel telah melewati satu operasi lagi. Tindakan bedah itu yaitu perbaikan gusi yang ditanam di dekat mata kiri Novel. Emil mengungkapkan, perkembangan kondisi mata Novel masih memerlukan observasi lebih lanjut.


"Perkembangan mata masih memerlukan observasi dokter lebih lanjut sampai kondisi mata bisa dioperasi artificial cornea (transplantasi kornea mata buatan yang diambil langsung dari bagian tubuh)," kata Emil kepada JawaPos.com baru-baru ini.


Menurut Emil, setelah operasi tambahan selaput pada 6 Desember lalu, Novel bakal menjalani transplantasi kornea buatan. Hal itu tentu jika observasi tim dokter menunjukkan hasil yang baik.


"Insya Allah akan dilakukan operasi pemasangan kornea artifisial 3-4 minggu ke depan bila hasilnya terus membaik. Setelah itu proses pemulihan penglihatan," ungkap Emil.


Emil mengatakan, setelah tindakan operasi artificial cornea, suaminya memerlukan waktu dua hingga tiga bulan untuk menjalani proses pemulihan. Meski demikian, dia berharap recovery Novel bisa berjalan lebih cepat dari seharusnya.


"Kalau dihitung masih memerlukan 2 hingga 3 bulan ke depan. Tapi kami selalu berdoa Agar Allah berikan kesembuhan yang lebih cepat. Insya Allah," pungkasnya.


Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017, seusai menjalankan salat Subuh berjamaah di masjid lingkungan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman itu, Novel mengalami luka parah di kedua matanya.


Penyidik senior di KPK itu lantas dirawat intensif di Singapura. Pada 17 Agustus lalu, dia telah menjalani operasi tahap pertama di mata kirinya. Sayangnya, hampir 9 bulan pascaperistiwa itu, polisi tak kunjung menangkap pelaku yang diduga melancarkan teror kepada Novel. 





Baca juga berita mengenai Hari Antikorupsi Internasional di:

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore