Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 06.42 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Novel, Emil: Dari Awal Kami Tak Yakin

Penyidik senior KPK Novel Baswedan ditemani sang istri Rina Emilda dan anak usai salat Duhur di sebuah masjid di pusat kota Singapura. - Image

Penyidik senior KPK Novel Baswedan ditemani sang istri Rina Emilda dan anak usai salat Duhur di sebuah masjid di pusat kota Singapura.

JawaPos.com - Pada peringatan hari Antikorupsi internasional, ada hal yang menarik dalam perlawanan rasuah di negeri ini. Yakni pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.


Setelah berbulan-bulan berjalan, kasus itu belum terlihat seperti apa muaranya. Kondisi itu membuat keluarga Novel Baswedan hanya berpasrah diri dan berharap ada kejutan terhadap mantan perwira menengah (pamen) Polri itu.


Rina Emilda, istri Novel Baswedan mengungkapkan kerisauan hati terhadap kasus yang dialami suaminya. Kini dia mengaku ikhlas dengan apa yang terjadi dengan mantan Kasatreskrim Polres Bengkulu itu.


Meski harus bolak-balik Jakarta-Singapura demi menemani pengobatan Novel, dia tetap berkeyakinan suaminya segera pulih pasca disiram air keras pada 11 April 2017 lalu.


"Saya bolak-balik bergantian dengan keluarga (abang ipar atau mama mertua) nemenin pengobatan Bang Novel. Saya harus bolak-balik karena anak-anak saya yang di Jakarta ada empat (2 di pesantren dan 2 sekolah Islam)," kata wanita berhijab yang akrab disapa Emil itu kepada JawaPos.com.


Baru-baru ini, Novel menjalani operasi perbaikan gusi yang ditanam di dekat mata kiri. Tindakan medis itu dilakukan sebelum nantinya diobservasi untuk menjalani operasi transplantasi artificial cornea.


Menurut Emil, butuh waktu dua hingga tiga bulan masa pemulihan pasca operasi artificial cornea hingga sembuh seperti sedia kala.


Berbanding terbalik dengan harapannya dengan kesembuhan mata Novel, Emil mengaku pesimistis dengan pengungkapan kasus penyiraman air keras suaminya. Saat ini, kasus itu telah mandek di tangan kepolisian. "Dari awal kami tidak yakin perkara ini akan diungkap," ujar ibu empat anak itu.


Akhir November 2017 lalu, Polda Metro Jaya merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan. Sketsa tersebut hasil kerja dari tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri.


Mereka menganalisis berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi penyiraman Novel. Yakni, masjid sekitar lingkungan rumah Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Polda Metro menyatakan baru mendapatkan gambaran wajah pelaku saat ini lantaran kerja sama dengan AFP butuh waktu untuk proses administrasi. Selain itu, sketsa tersebut juga hasil keterangan para saksi. Penyidik sudah memeriksa hingga 66 saksi.


Emil mengaku tidak mengenal wajah yang ada dalam sketsa rilisan polisi. Namun, jika benar wajah yang ada di sketsa merupakan pelaku teror kepada sang suami, dia berharap pelaku juga dapat menemukan aktor di balik itu semua.


"Hukum harus ditegakkan. Negara harus serius bila ingin ini terungkap karena penyiraman ini terjadi kepada penegak hukum. Bila tidak terungkap akan membahayakan penegak hukum lainnya. Bukan saja Bang Novel, bisa juga terjadi kepada penegak hukum lainnya," tegasnya.





Baca juga berita mengenai Hari Antikorupsi Internasional di:

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore