
Band Slank
JawaPos.com - Sebagai duta anti korupsi, Band Slank memang dikenal sebagai anti korupsi garis keras. Sejak tahun 1998, di album pertamanya, mereka telah mengampanyekan perang terhadap korupsi. Misalnya, dalam lirik lagu berjudul Memang. Di lirik itu ditemui ketidaksetujuan Slank pada tindakan yang mengambil hak orang lain.
Begini penggalan liriknya: Memang ...kantongku memang kering. Jangan menghina yang penting Bukannya maling. Memang...jaketku memang kotor. Jangan menghina yang penting Bukan koruptor...
"Korupsi itu hal paling hina di Potlot (markas Slank). Kalau temen kita kena narkoba kita bawa ke rehab, kalau ada yang berantem kita akurin, tapi kalau ada yang nyolong, langsung kita ceburin di kali, kita buang sekalian, di depan kan ada kali tuh," kata Bimbim saat ditemui JawaPos.com, di Gang Potlot, Rabu sore (6/12).
Band yang digawangi Kaka, BimBim, Ivan, Abdee, dan Ridho, itu hingga saat ini memang konsistensi melawan korupsi. Mereka punya pandangan bahwa seniman itu cuma tahu hitam dan putih. Tidak ada abu-abu.
"Kalau kita setengah-setengah berarti kita berkompromi. Karya seni yang bagus adalah karya yang jujur, jadi kalau kita ragu, kita nggak jujur, ya gimana," kata Bimbim, Ivan, dan Ridho secara kompak.
Nah, di Hari Anti Korupsi Internasional yang diperingati setiap 9 Desember, mereka akan memperingati dengan mengampanyekan suara perlawanan melalui media sosial. Menurut Bimbim, pada hari yang bertepatan dengan ultah Ivan tersebut biasanya mereka akan serentak menyemangati dan mensosialisasikan anti korupsi kepada semua orang.
"Seneng sih kebetulan hari anti korupsi bertepatan dengan ultah gue. Jadi selalu diingatkan, dirayakan," ungkap Ivan.
"Dari lagu-lagu yang kita nyanyiin terinspirasi kasus cicak vs buaya kita sempet di banned, wah sampai Ridho jadi tukang mebel, ya gimana pun caranya lah kita cari nafkah yang halal. Dari zaman orde baru kita udah digalakin tapi kita nggak takut sih," tambah Ivan.
Ivan percaya, segala sikap buruk itu terangkum dalam korupsi. Bagi dia, memerangi korupsi bisa dimulai dari keluarga sendiri. Menurutnya, jangan takut untuk melawan para pelaku korupsi.
Apa yang disampaikan Ridho beda lagi. Menurut Ridho, prilaku korupsi itu hina. "Orang korupsi itu hina banget, nggak percaya Tuhan ibaratnya," katanya.
"KPK itu simbol, penyemangat dan perlawanan terhadap korupsi. Kalau sampai simbol tersebut dihapuskan berarti kita yang melawan kehilangan mimpinya. Dan kalau sebuah kelompok, sebuah bangsa kehilangan itu, udah pasti hancur," tegas Bimbim.
Saat ditanyai pesan untuk KPK, kompak mereka menjawab: JURUS TANDUR! Maju Terus Pantang Mundur!
Baca juga berita mengenai Hari Antikorupsi Internasional di:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
