
Taufik Kurniawan
JawaPos.com - Sebagai bentuk peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, semua pihak harus menjadikan hari ini (9/12) untuk berbenah diri, meninggalkan praktik-praktik korupsi kolusi dan nepotisme.
Karena untuk menghentikan adanya praktik korupsi awalnya adalah dari individu itu sendiri. Setelah itu dikuatkannya sistem-sistem untuk terus mensosialisasikannya.
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, di setiap kesempatan dirinya selalu bersosialisasi kepada masyarakat untuk menjauhi segala macam praktik korupsi. Termasuk penguatan moral yang selalu ia sentuh dalam mengsosialisasikannya.
"Iya kita selalu mengingatkan, ini yang saya sentuh adalah aspek morali, semua pendidikan agama pasti melarang," ujar Taufik kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Taufik pun selalu berujar dalam sosialisasinya, walaupun aksi korupsi tidak diketahui orang, namun ada yang selalu mengawasi dan selalu mengetahuinya yakni Tuhan. Sehingga aspek penguatan agama selalu ia terapkan.
"Walaupun tidak ketahuan tapi ada waskat pengawas malaikat, kalau sesama manusia tidak melihat pasti Tuhan melihat," katanya.
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus eksistensi dan penguatannya semakin ditambah. Sebab bagaimanapun korupsi adalah bagian dari virus yang harus terus dicegah supaya tidak banyak orang yang terjangkit.
"Ini adalah salah satu keinginan bagaimana penyakit masyarakat bisa berkurang dan akhirnya lenyap di Indonesia," ungkapnya.
Oleh sebab itu di era milenial ini dirinya sepakat untuk terus mendukung KPK tetap ada. Karena sampai saat ini eksistensinya tetap diperlukan. Apalagi anggapan penegakan korupsi tajam ke bawah dan tumpul ke atas sudah tidak ada lagi pada lembaga antirasuah ini.
"Ini sebagai momentum sekarang untuk eksistensinya tetap ada," tutunya.
Ditambahkannya, dirinya juga tidak percaya apar penegak hukum bermain politik dalam penegakan korupsi. Sebab semuanya tahu korupsi merugikan banyak pihak sehingga tidak ada yang bermain sampai ke sana.
"Saya pikir penegak hukum tidak akan berani memaikan aspek politik dalam penegakan hukum ya," pungkasnya.
Hari Antikorupsi Internasional disebut juga hari anti korupsi sedunia, adalah hari yang diperingati untuk meningkatkan kesadaran bahaya yang ditimbulkan oleh korupsi, dan juga sebagai momen bagi semua pihak untuk secara bersama-sama mencari cara serta bersinergi, dengan mengambil peran dalam memerangi dan mencegah kejahatan korupsi. Hari antikorupsi internasional setiap tahun jatuh pada tanggal 9 Desember dan dirayakan oleh berbagai negara di seluruh dunia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
