Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2017 | 15.50 WIB

Sebelum Pensiun, Jenderal Gatot Diminta Tidak buat Kebijakan Strategis

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat Bakti Sosial HUT TNI di Cilegon - Image

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat Bakti Sosial HUT TNI di Cilegon

JawaPos.com - Demi menjaga loyalitas di internal TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo disarankan untuk tidak membuat kebijakan strategis. Lebih baik hal itu dilakukan oleh panglima TNI yang baru. Apalagi calonnya sudah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Kepala Staf Anggkatan Udara (KSAU) Marsek‎al TNI Hadi Tjahjanto.


"Sebaiknya Panglima TNI tidak membuat keputusan strategis apapun lagi, sehubungan dengan sudah adanya usulan calon Panglima TNI yang baru," ujar Pengamat Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati melalui pesan singkat, Selasa (5/12).


Alasannya, lanjut wanita yang akrab disapa Nuning itu, pergantian Panglima TNI secara administrasi akan diikuti dengan perubahan kebijakan terkait strategi dan operasional TNI ke depan. Kebijakan tersebut akan dirumuskan oleh pejabat TNI yang berwenang sesuai struktur komando di organisasi TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.


Selain perubahan kebijakan yang bersifat internal tentunya juga ada perubahan yang bersifat eksternal. Seperti kebijakan TNI di ASEAN pada tataran regional dan juga pada tataran global nantinya. Kebijakan TNI yang bersifat eksternal juga terkait dengan hubungan kelembagaan dengan birokrasi pemerintah, MPR/DPR, dan seluruh elemen bangsa Indonesia.


Dia menambahkan, perubahan seluruh kebijakan tersebut menurutnya tidak mudah dan menuntut pejabat TNI yang andal. "Oleh karenanya, sangat penting bahwa mutasi pejabat TNI yang baru harus ditujukan untuk mendukung Panglima TNI yang baru," sebutnya.


Dalam mutasi pejabat TNI yang baru nantinya, perlu diperhatikan masalah loyalitas. Nuning menuturkan, mutasi pejabat TNI tentu membawa rangkaian yang cukup panjang dalam mata rantai regenerasi Perwira Tinggi TNI hingga Perwira Menengah dan Perwira Pertama TNI.


Jika dicermati, maka faktor loyalitas sangat memengaruhi mata rantai regenerasi tersebut. Faktor loyalitas inilah yang harus dijaga bersama agar TNI tidak terpecah.


"Mutasi Pejabat TNI yang tidak selaras dengan kapasitas dan loyalitas tinggi kepada Panglima TNI yang baru dikhawatirkan dapat memecah soliditas TNI," tambahnya.


Diharapkan, Jenderal Gatot bersikap bijak dan lapang dada untuk bisa menerima siapa saja pejabat yang akan ditunjuk oleh Panglima TNI yang baru. "Tradisi dan etika TNI yang baik ini perlu diteruskan kepada generasi muda TNI," pungkas Nuning.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore